BANDUNG BARAT — Ruas Jalan Ciririp-Bangsaya di Dusun 1, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya mulus. Setelah bertahun-tahun menunggu, warga menyambut kabar itu dengan cara unik: menggelar karpet di atas aspal baru sambil berdoa dan berdzikir pada Jumat (18/9/2026) malam, diikuti acara makan bersama (botram).
Syukuran itu bukan acara resmi—murni inisiatif warga untuk merayakan infrastruktur yang mereka tunggu lama. “Iya tadi malam ada semacam syukuran dari warga di Dusun 1 karena jalan Ciririp-Bangsaya sekarang akhirnya diperbaiki,” kata Kepala Dusun 1 Desa Mukapayung, Midad, Sabtu (19/9/2026).
Panjang Jalan dan Konstruksi
Jalan Ciririp-Bangsaya memanjang sekitar 2,3 kilometer. Dari total itu, 1.865 meter (1,8 km) menggunakan konstruksi hotmix aspal, sementara 518 meter dibangun dengan beton. Pekerjaan perbaikan ini merupakan respons Pemkab Bandung Barat terhadap keluhan warga yang sudah cukup lama disuarakan.
Midad, mewakili warga, langsung mengapresiasi Pemkab. “Acara syukuran itu inisiatif warga karena jalan udah bagus sekarang. Acaranya ada doa bersama sama makan-makan,” ujarnya.
Komitmen Pemerataan Infrastruktur
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail langsung memantau proses perbaikan untuk memastikan penanganan sesuai perencanaan dan kualitas memenuhi spesifikasi. Dia sangat peduli karena ini adalah harapan bertahun-tahun warga.
“Masyarakat sudah cukup lama menantikan jalan yang bagus. Mereka sudah menunggu bertahun-tahun. Jadi setelah jalan ini dikerjakan, jangan sampai masyarakat kecewa. Pastikan kualitasnya baik, pekerjaannya benar, dan hasilnya bisa bertahan lama,” tegasnya.
Menurut Jeje, perbaikan Jalan Ciririp-Bangsaya adalah bukti nyata komitmen Pemkab untuk memeratakan pembangunan di seluruh wilayah—meski prosesnya harus bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Jalan Baik, Ekonomi Bergerak
Bagi Bupati, konektivitas antarwilayah bukan sekadar soal kenyamanan berkendara. Jalan yang mulus akan mempercepat distribusi hasil pertanian dan mendorong aktivitas ekonomi lokal. Wilayah selatan KBB memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata yang belum maksimal tersentuh infrastruktur baik.
“Perbaikan jalan tentunya akan meningkatkan ekonomi daerah masing-masing, dan itu sangat penting dilakukan,” katanya. Dengan jalan yang lancar, mobilitas warga meningkat, arus barang cepat, dan peluang bisnis di desa pun terbuka lebih lebar.
Antri Perbaikan Masih Panjang
Kendati demikian, Jeje meminta kesabaran warga. Masih banyak jalan rusak yang menjadi keluhan masyarakat KBB, dan semuanya belum bisa dikerjakan bersamaan. “Jadi jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat itu sangat banyak, dan sebagian sudah masuk ke rencana perbaikan. Cuma kan semua butuh proses, ada penginputan dan tahapan lainnya,” ujarnya.
Beberapa bulan lalu, pemerintah sudah memeriksa ruas jalan di wilayah selatan KBB yang juga akan diperbaiki dalam tahap berikutnya. Proses bertahap ini memastikan setiap proyek dikerjakan dengan baik tanpa menguras kas daerah sekaligus.
Bagi warga Mukapayung, jalan mulus yang kini bisa mereka nikmati adalah hasil menunggu. Mereka membuktikan bahwa teriakan keluhan masyarakat, jika konsisten dan terorganisir, bisa didengar pemimpin daerah. Syukuran mereka bukan sekadar perayaan—ia adalah pesan bahwa infrastruktur baik benar-benar mengubah kehidupan sehari-hari.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.