Minggu, 20 September 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Prediksi Harga Emas Antam Senin 21 September 2026: Stagnan Rp2,638 Juta, Peluang Naik ke Rp2,65 Juta?

Prediksi Harga Emas Antam Senin 21 September 2026
Prediksi Harga Emas Antam Senin 21 September 2026: Stagnan Rp2,638 Juta, Peluang Naik ke Rp2,65 Juta?. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Harga emas Antam hari ini, Minggu 20 September 2026, terpantau stagnan di angka Rp2.638.000 per gram dengan harga buyback Rp2.473.000. Setelah mengalami kenaikan sejak Rabu 16 September, para investor kini bertanya-tanya: bagaimana prediksi harga emas Antam untuk Senin 21 September 2026 besok?

Pergerakan harga ini menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar dan calon investor, mengingat fluktuasi yang terjadi sepanjang tahun 2026. Data dari analisis pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi per 13 September 2026, serta riset Doo Financial Futures oleh Lukman Leong per 10 September 2026, bersama informasi dari Investor.id, menyajikan beberapa skenario yang patut dicermati.

Proyeksi Harga Emas Antam Senin 21 September 2026

Untuk Senin 21 September 2026, harga emas Antam diproyeksikan bergerak dalam rentang yang relatif sempit. Analisis menunjukkan bahwa harga kemungkinan akan stagnan atau hanya mengalami kenaikan tipis. Rentang prediksi besok diperkirakan antara Rp2.620.000 hingga Rp2.650.000 per gram.

Dengan harga acuan hari ini di Rp2.638.000, ada kemungkinan emas Antam akan stagnan atau naik sekitar Rp4.000 hingga Rp12.000. Pola serupa terlihat pada 12 September lalu, di mana harga naik Rp4.000 menjadi Rp2.604.000.

Level Kunci Support dan Resistance

Penting bagi investor untuk memantau level-level kunci support dan resistance guna mengambil keputusan. Jika terjadi koreksi, level support pertama berada di Rp2.590.000. Apabila tekanan berlanjut, support kedua ada di Rp2.450.000, yang merupakan level bawah minggu ini. Sementara itu, untuk skenario penguatan, resistance pertama menanti di Rp2.631.000. Jika tren penguatan berlanjut, harga bisa menguji level resistance kedua di Rp2.750.000. Rentang harga pekan depan secara keseluruhan diproyeksikan berada antara Rp2.450.000 hingga Rp2.750.000 menurut Ntvnews.id.

Tiga Faktor Penentu Pergerakan Harga

Beberapa faktor utama akan sangat menentukan pergerakan harga emas Antam pada Senin besok:

1. Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS. Hari ini, nilai tukar dolar AS berada di Rp17.812,10. Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berpotensi melemah kembali di atas Rp18.000 per dolar AS. Kondisi pelemahan rupiah ini biasanya mendorong kenaikan harga emas domestik, berpotensi membawa emas Antam menuju Rp2,82 juta per gram. Tren pelemahan sudah terlihat dari posisi bank-bank besar, di mana Bank Danamon mematok tengah Rp17.770, BRI Rp17.895, dan Permata Rp17.930.

2. Harga Emas Dunia. Konsensus analis global menunjukkan proyeksi positif untuk emas spot internasional. Akhir tahun 2026, emas diperkirakan mencapai US$4.800 hingga US$5.000 per ounce, dengan potensi kenaikan lebih dari 10 persen. Lukman Leong, dengan asumsi kurs saat ini, memproyeksikan harga emas Antam dapat mencapai Rp2,9 juta hingga Rp3 juta per gram pada akhir 2026. Bahkan, beberapa lembaga seperti Goldman Sachs dengan target US$5.400 dan JP Morgan dengan US$6.300 menunjukkan potensi harga Antam di atas Rp3 juta.

3. Situasi Geopolitik dan Kebijakan The Fed. Pasar saat ini menahan napas menjelang pengumuman data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS dan pernyataan dari Federal Reserve (The Fed) pada 19 September. Jika CPI melandai, harga emas Antam berpeluang menembus Rp2.680.000 hingga Rp2.700.000. Sebaliknya, jika data CPI tinggi, ada potensi koreksi harga ke bawah Rp2.610.000, sebagaimana diproyeksikan Trenasia pada 7 September.

Perjalanan Fluktuatif Emas Antam Sepanjang 2026

Tahun 2026 telah diwarnai fluktuasi harga emas Antam yang signifikan. Pada akhir Januari 2026, emas Antam mencetak rekor tertinggi di Rp3.168.000. Namun, harga sempat turun menjadi Rp2.625.000 pada 10 September 2026. Rentang 24-29 Agustus juga menunjukkan penurunan tajam sebesar Rp70.000, dari Rp2.750.000 menjadi Rp2.670.000. Fluktuasi ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga yang tidak linear adalah hal yang normal.

Lukman Leong menyarankan bahwa meski harga saat ini tergolong tinggi dibandingkan sebulan lalu, masih ada daya tarik untuk akumulasi bertahap atau Dollar Cost Averaging. Penting untuk tidak mengharapkan kenaikan yang linear dan memanfaatkan momen koreksi untuk menambah porsi investasi jangka menengah hingga panjang.

DISCLAIMER: Prediksi ini bersifat informasi edukasi berdasarkan analisis teknikal dan fundamental dari Ibrahim Assuaibi, Lukman Leong, dan data historis Logam Mulia per 20 September 2026. Ini bukan ajakan jual-beli ataupun nasihat investasi. Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kurs Rupiah, harga emas dunia, dan dinamika geopolitik. Investor diimbau untuk selalu melakukan riset mandiri dan menggunakan dana dingin.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair