Minggu, 20 September 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Warga Jajal LRT Kelapa Gading-Manggarai, Harap Diperpanjang sampai Dukuh Atas

Penumpang LRT Kelapa Gading-Manggarai di peron Stasiun Velodrome, Jakarta, saat jam pagi
Penumpang mulai menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun Velodrome pada akhir pekan pertama operasional. (ilustrasi). (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Sehari setelah diluncurkan, rute LRT baru Kelapa Gading-Manggarai mulai dipadati warga yang penasaran. Namun antusiasme itu baru sebagian. Lebih dari itu, mereka menuntut satu hal: jalur ini harus diperpanjang ke Dukuh Atas.

Minggu pagi (20/9), pantauan di Stasiun Rawamangun dan Stasiun Velodrome sekitar pukul 08.00 WIB menunjukkan suasana masih sepi. Belum ada penumpukan di peron. Mayoritas pengguna yang muncul adalah warga sekitaran yang sekadar uji coba di akhir pekan, memanfaatkan waktu luang untuk menuju kawasan Sudirman-Senayan saat Car Free Day berlangsung.

Anwar (21), asal Jati, adalah salah satu dari mereka. Ia sengaja naik LRT rute anyar itu bersama teman menuju Manggarai. Dari sana, masih harus transit lagi menggunakan moda lain untuk sampai ke Sudirman.

“Kalau lebih dekat mah lebih dekat naik Transjakarta Koridor 4 kalau dari saya, cuma memang pengin nyobain aja, kan masih baru,” kata Anwar saat ditemui di Stasiun Velodrome.

Andika (20), warga Rawamangun, punya alasan serupa. Dia ingin merasakan pengalaman menaiki kereta dari koridor timur sampai Manggarai—sesuatu yang belum pernah dia coba sebelumnya.

“Pengin merasakan gimana sih kalau dari Velodrome ke Manggarai, karena kan biasanya kita naik LRT dari Velodrome ke Kelapa Gading,” ujarnya.

Di Stasiun Rawamangun, Siswanto (56), warga Kayu Jati, memanfaatkan rute ini untuk berangkat agenda olahraga pagi di Senayan. Dia mengakui LRT baru ini menarik sebagai opsi pemecah kemacetan. Tapi ada catatan penting.

“Sementara masih belum, ya, karena belum connecting ke Dukuh Atas.”

Itulah keluhan yang konsisten terdengar dari penumpang. Titik akhir di Manggarai masih meninggalkan jarak bagi mereka yang hendak ke pusat perkantoran Sudirman atau kawasan Thamrin. Mereka tetap harus berganti moda—Transjakarta atau kereta—untuk melanjutkan perjalanan.

“Tetap kita harus dari Manggarai nyambung lagi Transjakarta atau kereta. Ya cukup motong jalan lah, tapi akan jauh lebih baik kalau connecting ke Dukuh Atas atau Sudirman, padahal tinggal sedikit lagi itu,” ungkap Siswanto.

Dia pun meramalkan manfaat jika sambungan itu terwujud. “Kalau tersambung, masyarakat Jakarta Timur yang kerja ke Sudirman bakal sangat terbantu.”

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda