Minggu, 8 November 2026 WIB
NASIONAL

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Pengelola Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Petugas pemadam kebakaran menangani insiden kontainer di terminal pelabuhan NPCT1 Jakarta Selasa sore
Tim NPCT1 berhasil memadamkan api pada pukul 16.27 WIB tanpa ada korban jiwa, Senin 21 September 2026. (Ilustrasi: AI)

Kepulan asap pekat sempat membubung tinggi di area New Priok Container Terminal One (NPCT1), Jakarta, pada Senin sore, 21 September 2026. Sejumlah kontainer yang menyimpan barang berbahaya mendadak terbakar, memicu kepanikan di kawasan pelabuhan sibuk tersebut. Beruntung, api tidak sempat merembet luas ke petikemas lainnya.

Insiden tersebut tercatat mulai terjadi sekitar pukul 15.28 WIB. Petugas lapangan merespons dengan sigap, mengerahkan segala fasilitas pemadam kebakaran yang ada di lokasi. Kurang dari satu jam, tepatnya pukul 16.27 WIB, situasi berhasil dikendalikan sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu.

Gerak Cepat Tim Tanggap Darurat

Begitu api terlihat, tim internal NPCT1 segera menjalankan prosedur standar operasional tanggap darurat. Mereka mengisolasi titik api agar tidak menjalar lebih jauh ke wilayah terminal yang padat muatan. Koordinasi dengan pihak eksternal juga langsung dilakukan untuk memastikan bantuan tambahan siap jika dibutuhkan.

Corporate Planning Manager NPCT1, Christine Margaretha Manasseh, membeberkan bahwa fokus tim di lapangan sejak detik pertama adalah keselamatan manusia. “Begitu insiden diketahui, tim kami langsung menjalankan prosedur tanggap darurat, mengamankan area terdampak, serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam proses pemadaman,” ujar Christine, Selasa, 22 September 2026.

Bagi pengelola pelabuhan, meminimalisir risiko adalah harga mati. Mengingat barang di dalam kontainer yang terbakar dikategorikan sebagai barang berbahaya, penanganan harus dilakukan dengan teknik khusus agar tidak terjadi ledakan susulan atau kebocoran material kimia yang membahayakan lingkungan.

Fase Pendinginan dan Pemulihan

Walaupun api sudah padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka melanjutkan fase pendinginan atau cooling down. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang bisa memicu api kembali berkobar di tengah tumpukan peti kemas yang sangat berdekatan.

Setelah area dianggap aman secara total, pihak NPCT1 perlahan mulai memulihkan aktivitas bongkar muat. Meski begitu, mereka tidak terburu-buru. Pemeriksaan mendetail terhadap kondisi lapangan menjadi syarat mutlak sebelum operasional berjalan seperti sediakala. Christine menegaskan bahwa setiap tahapan pemulihan harus dilakukan dengan ketelitian tinggi.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING LPDP 2027 Belum Dibuka: Status Tahap 2 2026, Timeline, Jenis Beasiswa, dan Syarat