Rabu, 23 September 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Michael Carrick di Ambang Dipecat? Start Terburuk MU 5 Poin 5 Laga & Tersingkir Carabao Cup 2-3 vs Brighton

Michael Carrick di Ambang Dipecat?
Michael Carrick di Ambang Dipecat? Start Terburuk MU 5 Poin 5 Laga & Tersingkir Carabao Cup 2-3 vs Brighton. Credit: Dok. JournalArta

MANCHESTER, JOURNALARTA.COM — Hanya empat bulan setelah dipermanenkan hingga 2028, Michael Carrick kini berada di ambang pemecatan dari kursi kepelatihan Manchester United. Rentetan hasil minor di awal musim 2026/27, termasuk kekalahan mengejutkan di Carabao Cup, membuat posisi Carrick goyah.

Kisah Carrick bersama Setan Merah bak dongeng yang berubah kelabu. Pada 13 Januari 2026, ia ditunjuk sebagai manajer interim menggantikan Ruben Amorim. Performa United kala itu langsung melonjak di bawah asuhannya. Dari 16 pertandingan, Carrick mencatat 11 kemenangan, 3 seri, dan hanya 2 kekalahan, dengan rata-rata poin per pertandingan (PPG) mencapai 2,09. Ia bahkan berhasil membawa MU mengalahkan tim-tim besar seperti Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool.

Di bawah arahan Carrick, Manchester United finish di peringkat ketiga Liga Inggris 2025/26, mengamankan tiket Liga Champions. Prestasi ini membuat manajemen klub tak ragu mempermanenkan kontraknya pada 22 Mei 2026. Kala itu, Carrick menyatakan komitmennya untuk mengembangkan pemain muda, sejalan dengan filosofi akademi United.

Awal Musim 2026/27, Mimpi Buruk Terulang

Namun, awal musim 2026/27 menjadi mimpi buruk bagi Carrick. Di Premier League, United hanya mengumpulkan 5 poin dari 5 pertandingan (1 menang, 2 seri, 2 kalah). Catatan ini merupakan start terburuk klub di era Premier League, bahkan lebih buruk dari Amorim yang mengumpulkan 7 poin di periode yang sama musim lalu. Evening Standard mencatat, rekor ini setara dengan awal terburuk era Louis van Gaal pada 2014. Dengan selisih gol 0 (8 memasukkan, 8 kemasukan), MU terdampar di posisi ke-14 klasemen.

Puncak tekanan terjadi pada 18 September 2026, saat Manchester United tersingkir dari Carabao Cup di kandang sendiri. Menjamu Brighton, MU sempat unggul 2-0 melalui Shea Lacey dan Mason Mount, namun tim tamu berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-3 lewat gol Kostoulas, Jack Hinshelwood, dan De Cuyper di menit-menit akhir. Ini merupakan kekalahan ketiga United dari enam laga awal musim.

Kekecewaan fans juga terlihat saat laga melawan Fulham pada 21 September, di mana United hanya mampu bermain imbang 1-1. Keputusan Carrick mengganti Kobbie Mainoo di menit ke-80 disambut sorakan negatif dari tribun Old Trafford.

Tekanan Meningkat, Perombakan Staf Mengemuka

Situasi ini membuat tekanan terhadap Carrick memuncak. Media Inggris telah memasukkan namanya ke dalam daftar manajer paling rawan dipecat. Meski Carrick dilaporkan tetap tenang dan tidak merasa di bawah tekanan, kabar tentang rapat darurat dewan direksi MU pekan ini semakin santer. Nama-nama mantan asisten dan opsi manajer lain mulai digosipkan sebagai pengganti potensial.

Dampak dari hasil buruk ini sangat terasa. Jika musim lalu penampilan Carrick membawa kegembiraan dan harapan, kini keraguan menyelimuti. Keputusan yang diambil manajemen dalam 10 hari ke depan akan sangat krusial, mengingat United akan menghadapi Crystal Palace dan Brentford. Masa depan Michael Carrick di Old Trafford kini berada di ujung tanduk.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda