LOS ANGELES, JOURNALARTA.COM – Pesawat American Airlines Boeing 787-9 Dreamliner (N824AN) dengan nomor penerbangan AA167 yang awalnya terbang dari Bandara JFK New York menuju Tokyo Haneda terpaksa melakukan pengalihan rute (divert) super jauh ke Bandara Internasional Los Angeles (LAX) pada Rabu, 23 September 2026.
Penerbangan ini lepas landas pukul 10:45 pagi EDT (14:45 UTC) dari JFK. Pesawat tersebut mengikuti rute polar Kanada pada ketinggian jelajah 34.000 kaki. Namun, sekitar lima jam setelah mengudara, saat mendekati perbatasan Alaska, awak pesawat mendeteksi adanya malfungsi teknis.
Alih-alih memilih bandara terdekat seperti Vancouver atau Seattle, Pusat Operasi Penerbangan American Airlines mengarahkan pesawat untuk terbang jauh ke selatan menuju LAX. Keputusan ini didasari pertimbangan strategis. LAX merupakan hub besar bagi American Airlines, dilengkapi fasilitas teknisi khusus Boeing 787-9, ketersediaan pesawat pengganti, dan akomodasi memadai untuk penumpang yang mungkin telantar.
Setelah lebih dari 10 jam di udara, Dreamliner tersebut akhirnya mendarat dengan selamat di LAX sekitar pukul 17:00 sore PDT 23 September (00:00 UTC 24 September). Semua penumpang dilaporkan aman. Mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Haneda pada sore hari 24 September menggunakan pesawat pengganti yang telah disiapkan.
Insiden Serupa di LAX
Kejadian ini bukan satu-satunya insiden divert yang melibatkan Boeing 787-9 di LAX dalam minggu yang sama. Sehari sebelumnya, penerbangan United Airlines Boeing 787-9 dengan nomor UA2127 yang membawa 256 penumpang dan 12 kru juga mengalami insiden serius. Pesawat rute LAX menuju Newark tersebut harus kembali darurat ke LAX setelah dilaporkan terjadi kebakaran mesin sesaat setelah lepas landas pukul 10:43 pagi.
Pesawat United itu berhasil mendarat darurat pada pukul 11:19 pagi. Penumpang dievakuasi melalui seluncur darurat. Pemadam Kebakaran Los Angeles (LAFD) segera memadamkan api yang terjadi di mesin kiri pesawat. Beruntungnya, tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut. Namun, Federal Aviation Administration (FAA) terpaksa memberlakukan penghentian penerbangan (ground stop) di LAX selama 30 hingga 90 menit akibat kejadian ini.
Fokus pada Keandalan Boeing 787-9
Dua insiden dalam waktu berdekatan ini kembali menyoroti keandalan armada Boeing 787-9 Dreamliner. Hal ini menjadi perhatian khusus, terutama mengingat United Airlines baru saja menerima 66 unit Boeing 787-9 baru yang dilengkapi dengan kabin Polaris 2.0, termasuk 64 kursi kelas bisnis. Pemilihan hub besar seperti LAX untuk kasus diversi kompleks menunjukkan prioritas maskapai dalam memastikan penanganan teknis, penjadwalan ulang, dan kenyamanan penumpang. Maskapai lebih memilih efisiensi logistik daripada sekadar mencari bandara terdekat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.