NEW YORK, JOURNALARTA.COM — Delegasi Indonesia secara tegas melakukan aksi walkout dari aula Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Peristiwa ini terjadi pada Kamis waktu setempat, 25 September 2026, bertepatan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidatonya di hadapan para delegasi dunia.
Video resmi dari Perutusan Tetap RI (PTRI) di New York, yang dirilis Kementerian Luar Negeri RI dan diterima redaksi Jumat pagi WIB, memperlihatkan momen ketika para diplomat Indonesia bergegas meninggalkan kursi mereka. Bangku yang tadinya ditempati delegasi Indonesia langsung terlihat kosong setelah Netanyahu dipersilakan naik ke mimbar. Kejadian serupa juga disusul oleh puluhan delegasi negara lain, menciptakan keriuhan di aula sidang hingga Ketua Sidang terpaksa mengetuk palu untuk menertibkan suasana.
Aksi ini tidak hanya dilakukan oleh Indonesia. Berdasarkan data pihak Israel yang dikutip Ynetnews, sebanyak 77 negara tercatat tidak berada di ruangan saat Netanyahu menyampaikan pidato berdurasi 41 menit. Negara-negara tetangga Israel seperti Mesir, Yordania, Lebanon, dan Suriah, bersama Arab Saudi, Turki, dan Iran, juga memilih untuk tidak hadir atau bergabung dalam walkout tersebut. Mesir dan Yordania dikabarkan memang sudah memutuskan untuk tidak hadir sejak awal.
Di luar Markas PBB, aksi protes juga berlangsung. Massa yang sebagian di antaranya merupakan kelompok Yahudi Ortodoks anti-Zionis, membawa poster bertuliskan “penjahat perang”. Mereka memblokir lalu lintas dan menyuarakan tuntutan agar Israel tidak lagi dipersenjatai. Demonstrasi ini menambah tekanan internasional terhadap Israel.
Kehadiran Netanyahu di Sidang Umum PBB ke-81 ini memang diwarnai kecaman luas dari komunitas internasional. Kritik utamanya tertuju pada eskalasi kekerasan di Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta dugaan pelanggaran gencatan senjata di Lebanon. Kondisi semakin kompleks dengan adanya surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu yang telah terbit sejak 21 November 2024 dan masih berlaku hingga kini.
Dalam pidatonya, Netanyahu justru memilih menyerang para pengkritiknya. Ia menargetkan Wali Kota New York Zohran Mamdani, politikus Muslim pertama yang menjabat posisi tersebut, dengan menyebutnya antisemit. “Sejak Anda terpilih sebagai wali kota kota ini, banyak orang Yahudi tidak lagi merasa aman,” ujar Netanyahu, merujuk pada pernyataan Mamdani sebelumnya yang akan mengeksekusi surat perintah ICC jika memiliki kewenangan.
Jauh sebelum pidato Netanyahu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pembukaan sidang telah menyoroti situasi di Gaza sebagai persoalan paling mendesak di dunia. Guterres menyerukan penghentian segera pertempuran dan perlindungan terhadap warga sipil di wilayah tersebut. Aksi walkout ini menjadi penegasan sikap banyak negara atas krisis yang terus berlanjut di Palestina.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.