WASHINGTON, JOURNALARTA.COM — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Donald Trump anjlok drastis, mencapai 29% pada September 2026. Angka ini mencetak rekor terendah sepanjang dua periode kepresidenannya, memicu kekhawatiran besar menjelang pemilihan paruh waktu (midterm) pada 3 November 2026.
Penurunan tajam ini menunjukkan erosi kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Trump, terutama di tengah isu biaya hidup yang membengkak dan ketidakpuasan terhadap penanganan perang di Iran. Data terbaru ini menjadi alarm bagi Partai Republik yang berupaya mempertahankan dominasi di Kongres.
Angka 29% dan Tren Penurunan
Angka 29% dukungan publik ini berasal dari American Research Group (ARG), yang melakukan polling pada 16-20 September 2026 terhadap 1.100 warga dewasa AS. Hasilnya, 29% menyatakan setuju (approve) dan 68% tidak setuju (disapprove) dengan kinerja Trump. Ini adalah kali pertama Trump berada di bawah angka 30% dalam seri polling ARG tahun ini, turun 10 poin dari survei serupa pada September 2018.
Meski angka 29% merupakan titik terendah (outlier), tren penurunan dukungan terlihat konsisten di berbagai lembaga survei. Polling lain di minggu yang sama menunjukkan angka yang sedikit lebih tinggi namun tetap rendah:
- Reuters/Ipsos (22 September): 32%
- CNN/SSRS & Verasight: 33%
- Marquette: 37%
- PBS/NPR/Marist: 39%
Secara agregat, rata-rata polling dari RealClearPolitics, FiveThirtyEight, dan NYT per 23 September menunjukkan 38% dukungan dan 59% ketidaksetujuan. Tren ini jelas: dukungan Trump menurun dari 46% pada Januari 2026, menjadi 40% di Maret, 36% di Mei, 33% di Juli, dan kini berada di kisaran 29-32% pada September.
Dua Penyebab Utama Anjloknya Dukungan
Dua faktor utama dinilai menjadi pemicu utama anjloknya tingkat kepuasan publik terhadap Donald Trump:
1. Biaya Hidup dan Ekonomi
Hanya 17% warga AS yang setuju dengan cara Trump menangani isu biaya hidup. Dalam hal ekonomi secara umum, 35% menyetujui kinerja Trump, sementara 57% tidak setuju, menghasilkan selisih bersih -22%. Salah satu indikator krusial adalah harga bahan bakar minyak (BBM) yang melonjak. Per 22 September, harga rata-rata bensin mencapai $4.48 per galon, sementara diesel mencapai rekor tertinggi dalam sejarah AS di angka $6.51 per galon, menurut data AAA.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.