Kamis, 24 September 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Approval Rating Donald Trump Anjlok ke 29% September 2026, Terendah Sepanjang Sejarah – Apa Artinya?

Approval Rating Donald Trump Anjlok ke 29%
Approval Rating Donald Trump Anjlok ke 29% September 2026, Terendah Sepanjang Sejarah - Apa Artinya?. Credit: Dok. JournalArta

WASHINGTON, JOURNALARTA.COM — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Donald Trump anjlok drastis, mencapai 29% pada September 2026. Angka ini mencetak rekor terendah sepanjang dua periode kepresidenannya, memicu kekhawatiran besar menjelang pemilihan paruh waktu (midterm) pada 3 November 2026.

Penurunan tajam ini menunjukkan erosi kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Trump, terutama di tengah isu biaya hidup yang membengkak dan ketidakpuasan terhadap penanganan perang di Iran. Data terbaru ini menjadi alarm bagi Partai Republik yang berupaya mempertahankan dominasi di Kongres.

Angka 29% dan Tren Penurunan

Angka 29% dukungan publik ini berasal dari American Research Group (ARG), yang melakukan polling pada 16-20 September 2026 terhadap 1.100 warga dewasa AS. Hasilnya, 29% menyatakan setuju (approve) dan 68% tidak setuju (disapprove) dengan kinerja Trump. Ini adalah kali pertama Trump berada di bawah angka 30% dalam seri polling ARG tahun ini, turun 10 poin dari survei serupa pada September 2018.

Meski angka 29% merupakan titik terendah (outlier), tren penurunan dukungan terlihat konsisten di berbagai lembaga survei. Polling lain di minggu yang sama menunjukkan angka yang sedikit lebih tinggi namun tetap rendah:

  • Reuters/Ipsos (22 September): 32%
  • CNN/SSRS & Verasight: 33%
  • Marquette: 37%
  • PBS/NPR/Marist: 39%

Secara agregat, rata-rata polling dari RealClearPolitics, FiveThirtyEight, dan NYT per 23 September menunjukkan 38% dukungan dan 59% ketidaksetujuan. Tren ini jelas: dukungan Trump menurun dari 46% pada Januari 2026, menjadi 40% di Maret, 36% di Mei, 33% di Juli, dan kini berada di kisaran 29-32% pada September.

Dua Penyebab Utama Anjloknya Dukungan

Dua faktor utama dinilai menjadi pemicu utama anjloknya tingkat kepuasan publik terhadap Donald Trump:

1. Biaya Hidup dan Ekonomi

Hanya 17% warga AS yang setuju dengan cara Trump menangani isu biaya hidup. Dalam hal ekonomi secara umum, 35% menyetujui kinerja Trump, sementara 57% tidak setuju, menghasilkan selisih bersih -22%. Salah satu indikator krusial adalah harga bahan bakar minyak (BBM) yang melonjak. Per 22 September, harga rata-rata bensin mencapai $4.48 per galon, sementara diesel mencapai rekor tertinggi dalam sejarah AS di angka $6.51 per galon, menurut data AAA.

2. Perang di Iran Sejak Februari 2026

Keterlibatan AS dalam perang di Iran sejak Februari 2026 juga menjadi sorotan tajam. Sebanyak 64% warga Amerika menyatakan bahwa AS tidak memenangkan perang tersebut, sementara 70% berpendapat perang itu merugikan kepentingan nasional AS. Data dari Lawyer Guns & Money bahkan menyebut “illegal war with Iran” sebagai salah satu penyebab melonjaknya harga energi, yang pada gilirannya memperparah krisis biaya hidup.

Dampak Buruk bagi Partai Republik

Penurunan dukungan terhadap Trump berdampak langsung pada Partai Republik. Tingkat persetujuan Trump di kalangan pemilih Republik sendiri turun signifikan dari 82% menjadi 73% hanya dalam satu minggu. Untuk pertama kalinya, 51% pemilih Republik tidak setuju dengan penanganan biaya hidup oleh pemerintah.

Dukungan juga menyusut di segmen pemilih kunci: pemilih Latino menunjukkan selisih bersih -20, dukungan dari laki-laki turun dari 52% menjadi 47%, dan di kalangan pemilih muda anjlok dari 43% menjadi 33%.

Secara historis, tingkat kepuasan presiden di bawah 40% seringkali berujung pada kekalahan besar bagi partai yang berkuasa dalam pemilihan paruh waktu. Angka di bawah 30% adalah level terendah sejak krisis keuangan 2008 saat George W. Bush mencatat 25%. Dengan pemilihan paruh waktu AS yang hanya kurang dari dua bulan lagi, jika tren ini berlanjut, Partai Republik terancam kehilangan 41 kursi seperti yang terjadi pada tahun 2018.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda