Senin, 9 November 2026 WIB
INTERNASIONAL

Gadi Eisenkot Dapat Mandat, Rekam Jejak Militernya Disorot

Gadi Eisenkot Dapat Mandat, Rekam Jejak Militernya Disorot
Gadi Eisenkot Dapat Mandat, Rekam Jejak Militernya Disorot

JAKARTA — Gadi Eisenkot mendapat kesempatan pertama membentuk pemerintahan baru Israel pada 7 November 2026, sementara rekam jejak militernya di Gaza kembali menjadi perhatian. Presiden Isaac Herzog memilih mantan kepala militer itu setelah pemilu tidak menghasilkan mayoritas mutlak.

Mandat tersebut membuka peluang berakhirnya kepemimpinan Benjamin Netanyahu, tetapi belum memastikan Eisenkot menjadi perdana menteri. Koalisi empat partai yang dipimpinnya memiliki 48 kursi, sedangkan blok Netanyahu menguasai 53 kursi; mayoritas di Knesset, parlemen Israel, membutuhkan sedikitnya 61 kursi.

Herzog dijadwalkan menyerahkan mandat resmi pada Minggu, 8 November. Eisenkot memiliki 28 hari untuk membentuk pemerintahan dan dapat meminta tambahan waktu hingga 14 hari. Ia harus mencari dukungan lain di tengah perundingan koalisi yang diperkirakan tidak mudah.

Mandat belum menjamin kursi perdana menteri

Sebanyak 67 dari 120 anggota Knesset merekomendasikan Eisenkot sebagai calon pembentuk pemerintahan. Netanyahu memperoleh dukungan 46 anggota, sementara tujuh anggota lainnya tidak memberikan rekomendasi.

Angka rekomendasi itu memberi Eisenkot kesempatan pertama, bukan jaminan dukungan mayoritas untuk kabinetnya. Perbedaan antara jumlah rekomendasi dan kekuatan kursi koalisi menunjukkan tantangan yang harus ia hadapi dalam menggalang partai-partai lain.

Presiden Isaac Herzog memberikan penugasan setelah pemilu pada 27 Oktober 2026 tidak menghasilkan pemenang dengan mayoritas mutlak. Dengan demikian, hasil pemilu belum menentukan siapa yang akan memimpin pemerintahan berikutnya.

Gadi Eisenkot dan catatan operasi Gaza

Perhatian terhadap Eisenkot juga tertuju pada masa panjangnya di militer. Ia bergabung dengan Brigade Golani pada 1978, lalu menduduki sejumlah jabatan komando sebelum diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel pada Februari 2015. Ia mengakhiri masa jabatan itu pada Januari 2019.

Salah satu kontroversi besar muncul saat demonstrasi Great March of Return berlangsung di perbatasan Gaza pada 2018. Aksi itu menuntut hak kembali bagi pengungsi Palestina dan memprotes blokade Gaza. Menjelang demonstrasi, Eisenkot mengatakan militer mengerahkan lebih dari 100 penembak jitu.

Dalam pernyataannya saat itu, Eisenkot menyebut pasukan Israel tidak akan membiarkan demonstran menerobos pagar perbatasan. Ia juga memperbolehkan penggunaan senjata api jika nyawa tentara Israel terancam.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →