Senin, 9 November 2026 WIB
TEKNOLOGI

Pusat Data AI di Eropa Diprotes, Irlandia Pakai 23% Listrik untuk Data Center

Aksi protes pusat data AI oleh warga di jalan Eropa
Warga berunjuk rasa menentang ekspansi pusat data AI di sejumlah kota Eropa. (Ilustrasi: AI)

DUBLIN — Protes pusat data AI di Eropa menarik ribuan warga pada Sabtu (7/11), dengan aksi terbesar berlangsung di Dublin dan Helsinki. Warga menentang pembangunan fasilitas yang dinilai menekan lingkungan dan masyarakat setempat.

Sekitar 2.000 orang berdemo di Dublin, Irlandia, sementara sekitar 1.300 orang berkumpul di Helsinki, Finlandia. Aksi serupa juga digelar di beberapa kota kecil Finlandia.

Protes pusat data AI menuntut moratorium

Kelompok kampanye dari Skotlandia hingga Spanyol, serta Prancis hingga Denmark, bergabung dalam aksi dan mendesak pemerintah menghentikan sementara pembangunan pusat data. Mereka meminta masyarakat dilibatkan untuk menentukan kebutuhan infrastruktur AI.

Koalisi Stop Dirty Data Centres menyatakan ingin menghentikan ekspansi yang dinilai tidak terkendali. “Kami ingin menghentikan ekspansi pusat data AI yang tidak terkendali dan mencegah demokrasi kita disandera oleh kepentingan industri teknologi besar,” demikian pernyataan koalisi itu.

Tuntutan mereka juga menyoroti siapa yang memperoleh manfaat dari pembangunan tersebut. Koalisi meminta proyek ditunda sampai masyarakat memutuskan bagaimana AI dan pusat datanya dapat melayani manusia serta lingkungan, bukan kepentingan swasta.

Persoalan ini terasa langsung bagi warga di sekitar fasilitas. Pusat data membutuhkan lahan dan listrik dalam jumlah besar, sementara masyarakat mengkhawatirkan dampaknya terhadap biaya energi dan belum jelasnya manfaat ekonomi lokal.

Konsumsi listrik Irlandia jadi perhatian

Irlandia menjadi tujuan investasi perusahaan teknologi Amerika Serikat, termasuk Microsoft, Amazon, dan Google. Ekspansi itu menjadikan negara tersebut salah satu pusat data terbesar di Eropa.

Data badan statistik resmi Irlandia menunjukkan pusat data menggunakan 23 persen dari total konsumsi listrik yang tercatat melalui meteran sepanjang 2025. Angka itu memberi gambaran konkret tentang besarnya kebutuhan listrik industri tersebut di negara itu.

Perusahaan teknologi terus menggelontorkan investasi hingga ratusan miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur yang menjalankan dan melatih kecerdasan buatan. Namun, warga mempertanyakan apakah pengeluaran energi dan penggunaan lahan sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat sekitar.

Aksi menyusul bentrokan di Amsterdam

Demonstrasi di Dublin dan Helsinki berlangsung sehari setelah aksi di Amsterdam pada Jumat (6/11). Ratusan orang terlibat bentrokan dengan polisi di lokasi pusat data milik Microsoft, dan satu orang ditangkap.

Di Helsinki, massa bergerak menuju kantor Google dan gedung parlemen di pusat kota. Aksi itu berlangsung saat perusahaan tersebut memperluas investasinya di Finlandia.

Pada September, Google mengumumkan investasi terbesarnya di Eropa, senilai 13 miliar euro atau sekitar USD 14,5 miliar di Finlandia. Rencana itu mencakup perluasan pusat data yang sudah beroperasi dan pembangunan dua fasilitas baru.

Menurut Konfederasi Industri Finlandia, proyek pusat data di Irlandia senilai sekitar 80 miliar euro berada dalam beragam tahap perencanaan dan konstruksi. Besarnya rencana tersebut ikut menjelaskan mengapa tuntutan moratorium pembangunan menjadi isu lintas negara.

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis