JAKARTA — Google DeepMind AI dan Google Cloud menjanjikan akses model kecerdasan buatan serta kredit komputasi senilai 3 juta dolar AS kepada hingga 200 peneliti sains di Eropa. Dukungan itu ditujukan untuk membantu tim riset mengerjakan persoalan ilmiah, dari pemetaan struktur molekul hingga prakiraan cuaca ekstrem.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Vice President Google Cloud untuk Inggris, Irlandia, dan Afrika Sub-Sahara. Google menyatakan sejumlah model dan alat sainsnya akan tersedia bagi peneliti melalui inisiatif RAISE, yang mendukung agenda AI untuk sains Uni Eropa.
Google DeepMind AI masuk ke riset sains Eropa
Peneliti yang memperoleh dukungan akan mendapat akses langsung ke AlphaFold 3, WeatherNext, AlphaGenome, AlphaEvolve, dan AlphaEarth Foundations. Google menyebut perangkat-perangkat itu sebagai alat ilmiah yang dapat membantu tim riset menangani tantangan kompleks.
Janji tersebut mencakup akses komputasi dan model AI, bukan pengumuman hasil penelitian baru. Rincian mengenai cara peneliti dipilih atau jadwal pemberian akses tidak disebutkan dalam bahan pengumuman.
Di antara contoh penggunaan yang disampaikan perusahaan, peneliti dapat mengembangkan prediksi pola cuaca ekstrem atau memetakan struktur molekul. Kedua pekerjaan itu membutuhkan pengolahan informasi ilmiah dalam skala besar; dukungan komputasi dapat memberi tim riset sarana untuk menjalankan pekerjaan tersebut.
Komputasi penting. Tanpanya, model canggih sulit dimanfaatkan secara langsung oleh tim penelitian yang memerlukan kapasitas pemrosesan memadai. Kredit komputasi yang diumumkan Google dimaksudkan untuk membantu menutup kebutuhan itu, sedangkan akses model memberi peneliti perangkat untuk menguji pertanyaan ilmiah.
RAISE ditujukan menjembatani kesenjangan komputasi
Google mengaitkan komitmen ini dengan upaya Uni Eropa dalam bidang AI untuk sains. Akses terhadap model disalurkan melalui RAISE, sebuah inisiatif yang, menurut pengumuman perusahaan, berupaya menjembatani kesenjangan komputasi yang terkadang dihadapi ilmuwan Eropa.
Kesenjangan itu berpengaruh pada kemampuan kelompok riset menggunakan teknologi komputasi maju. Dengan dukungan kredit dan perangkat AI, peneliti diharapkan dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk pekerjaan ilmiah mereka. Namun, bahan pengumuman tidak merinci nilai kredit untuk tiap penerima atau berapa lama akses akan berlangsung.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.