Jumat, 25 September 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

USS Abraham Lincoln CVN-72 Pulang Berkarat Usai 286 Hari di Laut, 8 Pelaut Coba Bunuh Diri

USS Abraham Lincoln CVN-72
USS Abraham Lincoln CVN-72 Pulang Berkarat Usai 286 Hari di Laut, 8 Pelaut Coba Bunuh Diri. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Kapal induk super Amerika Serikat USS Abraham Lincoln (CVN-72) tiba di Naval Base Guam pada 19 September 2026. Kedatangannya menjadi sorotan bukan karena misi tempur, melainkan kondisi lambungnya yang tampak berkarat parah setelah deployment terpanjang kedua Angkatan Laut AS sejak Perang Dingin.

Kapal induk kelas Nimitz ini mengakhiri 286 hari operasinya di Laut setelah berangkat dari San Diego pada 21 November 2025. Periode ini hanya kalah dari USS Gerald R. Ford yang mencatat 326 hari. Selama itu, Lincoln mengemban misi di Timur Tengah dalam Operasi Epic Fury melawan Iran.

Rute Panjang dan Pengalihan Misi

Misi awal USS Abraham Lincoln direncanakan hanya enam bulan di wilayah Indo-Pasifik. Namun, pada Januari 2026, kapal ini secara mendadak dialihkan ke Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). Sebelum tiba di Guam, kapal ini sempat melakukan kunjungan pelabuhan di Laem Chabang dan Si Racha, Thailand, pada 2-6 September.

Setelah itu, Lincoln transit melalui Selat Balabac dan Laut China Selatan, serta melakukan latihan bersama dua fregat Australia. Kapal induk ini kemudian masuk Guam bersama kapal perusak USS Frank E. Petersen Jr. (DDG-121) dan Carrier Air Wing 9.

Juru bicara Carrier Strike Group 3 (CSG-3), Letnan Komandan Tyler Barker, menyatakan bahwa ini adalah kali pertama kru menginjakkan kaki di tanah Amerika dalam sembilan bulan. Guam berfungsi sebagai hub logistik penting sebelum kapal melanjutkan perjalanan pulang ke Naval Air Station (NAS) North Island, San Diego, awal Oktober 2026. Setelahnya, Lincoln direncanakan akan pindah homeport ke Bremerton, Washington, untuk menjalani proses Drydocking Planned Incremental Availability (DPIA), yakni perawatan dan peningkatan berkala di dok kering.

Karat di Lambung dan Isu Kesehatan Mental

Foto-foto USS Abraham Lincoln dengan lambung berkarat menjadi viral di platform X. Angkatan Laut AS menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan hal yang wajar setelah 286 hari beroperasi non-stop di laut tanpa perawatan lambung di dermaga. Paparan air asin dan ombak terus-menerus di garis air, ditambah kurangnya waktu sandar, menyebabkan cat pelindung terkelupas secara alami.

Namun, kondisi fisik kapal bukan satu-satunya isu. Pejabat Menteri Angkatan Laut AS, Hung Cao, mengungkapkan dalam suratnya kepada Senator Kirsten Gillibrand bahwa delapan pelaut di dalam strike group Lincoln mencoba bunuh diri selama penugasan ini. Salah satu insiden terjadi pada awal Agustus ketika seorang pelaut terjun ke laut dan berhasil diselamatkan oleh helikopter. Insiden lain terjadi pada Maret, di mana seorang pelaut berhasil dicegah oleh rekannya. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa akibat upaya-upaya tersebut.

Keluarga kru sebelumnya telah menyuarakan keluhan mengenai kondisi hidup yang memburuk di kapal, termasuk pipa bocor, kerusakan alat pembuat air tawar, keterbatasan makanan segar, dan penurunan kesehatan mental akibat perpanjangan misi sebanyak dua kali. Angkatan Laut AS membantah adanya krisis mental di kapal, menyatakan bahwa ada lima chaplain dan tim psikolog yang bertugas di kapal.

Deployment yang hampir sepuluh bulan ini menjadi pelajaran penting bagi Angkatan Laut AS terkait logistik, terutama dalam mensuplai dua kapal induk di Timur Tengah tanpa akses ke hub logistik di kawasan tersebut. Ini juga menyoroti tantangan menjaga jalur suplai yang membentang ribuan mil.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda