JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga beras di tingkat nasional pada 25 September 2026 menunjukkan variasi signifikan, dengan beras medium rata-rata Rp16.350/kg, dan beras premium mencapai Rp17.500-Rp17.900/kg di pasar, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Bulog. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog tetap menjadi pilihan termurah di angka Rp12.500/kg untuk Zona 1.
Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Kamis, 24 September 2026, pukul 10.00 WIB, menunjukkan beras medium mengalami penurunan harian 0,3% namun masih tercatat naik 4,08% dalam sepekan terakhir. Situasi ini menunjukkan volatilitas harga yang terus terjadi di pasar komoditas pangan utama.
Rincian Harga Beras Nasional 25 September 2026
Berdasarkan data PIHPS Nasional Bank Indonesia dan panganindonesia.com, berikut adalah rerata harga beras di tingkat nasional:
- Beras Medium: Rerata Rp16.350/kg. Meskipun turun tipis 0,3% secara harian, harga ini naik 4,08% dalam seminggu untuk kualitas Medium I yang mencapai Rp16.600.
- Beras Premium: HET resmi Bulog untuk Zona 1 adalah Rp14.900/kg. Namun, di pasar, beras premium (super I) dijual antara Rp17.500-Rp17.900/kg, sementara medium II sekitar Rp16.300/kg.
- Beras Bawah I: Tercatat di kisaran Rp15.500-Rp15.650/kg, mengalami kenaikan 4-5%.
- Beras SPHP Bulog: Tetap stabil di Rp12.500/kg untuk Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi), Rp13.100/kg untuk Zona 2 (Sumatra selain Lampung/Sumsel, NTT, Kalimantan), dan Rp13.500/kg untuk Zona 3 (Maluku, Papua). Harga ini konsisten sepanjang tahun 2026.
Perbedaan mencolok antara harga pasar dan HET menunjukkan adanya tekanan inflasi pada komoditas beras, yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Perbedaan Harga Beras di Berbagai Provinsi
Distribusi harga beras sangat bervariasi antarprovinsi. Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi wilayah dengan harga termurah di Rp13.900/kg, disusul Sulawesi Selatan Rp14.400/kg dan Sulawesi Barat Rp14.600/kg. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat harga Rp14.800/kg, dan Jawa Timur sebagai sentra produksi seharga Rp15.250/kg.
Di sisi lain, harga beras di beberapa provinsi lain masih tergolong tinggi. Jawa Barat mencatat Rp15.600/kg, menunjukkan deviasi 16,67% di atas HET. Sumatra Selatan memiliki penyimpangan harga beras medium tertinggi, mencapai 19,63% dari HET, dengan harga Rp16.300/kg. DKI Jakarta mencatat harga Rp16.950/kg untuk beras premium.
Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan harga beras termahal, mencapai Rp20.150/kg, diikuti Papua dengan Rp19.250/kg. Disparitas harga ini mencerminkan tantangan distribusi dan produksi di masing-masing wilayah.
HET Resmi dan Peran Bulog
Pemerintah melalui Bulog telah menetapkan HET beras untuk tahun 2026 sebagai berikut:
- Beras SPHP Medium: Rp12.500/kg (Zona 1), Rp13.100/kg (Zona 2), dan Rp13.500/kg (Zona 3). Produk ini tersedia dalam kemasan 5kg dan baru-baru ini 2kg.
- Beras Premium Bulog (Punokawan/Befood Sentra Ramos): Di DKI Jakarta, dijual Rp14.900/kg atau Rp74.500/5kg, sesuai dengan HET.
Per 1 September 2026, stok beras Bulog mencapai 4,9 juta ton, yang diklaim sebagai stok terkuat dalam tiga tahun terakhir. Bulog terus melakukan distribusi langsung ke pasar rakyat dan ritel modern, termasuk Indomaret dan Alfamart, sepanjang tahun tanpa jeda. Upaya ini dilakukan untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Beras
Analisis NextIndonesia Center pada September 2026 mengindikasikan bahwa harga beras di sentra produksi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, dan Sulawesi Selatan telah melampaui HET, baik untuk beras medium (Rp13.500) maupun premium (Rp14.900). Sumatra Selatan menunjukkan deviasi harga beras medium tertinggi sebesar 19,63%, sementara Jawa Tengah mencapai 17,79% untuk beras premium.
Penyebab utama kenaikan harga ini antara lain mundurnya masa panen, peningkatan biaya distribusi akibat kenaikan harga BBM, serta lonjakan permintaan dari sektor hotel dan katering menjelang akhir tahun. Selain itu, optimalisasi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pasca penyaluran bansos juga menjadi faktor yang mempengaruhi dinamika harga.
Untuk meringankan beban masyarakat, konsumen dapat mencari Beras SPHP kemasan 5kg seharga Rp62.500 di operasi pasar Bulog, ritel modern, atau warung binaan. Bantuan beras gratis 10kg Tahap III yang berlangsung Juli hingga September 2026 juga masih dicairkan, dengan contoh penyaluran kepada 24.713 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Toba pada 21 September 2026.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.