Senin, 28 September 2026 WIB
BREAKING
PERISTIWA

Awan Panas Merapi 2 Km 26 September: Merapi & Marapi Erupsi!

Awan Panas Merapi 2 Km 26 September
Awan Panas Merapi 2 Km 26 September: Merapi & Marapi Erupsi!. Credit: Dok. JournalArta

YOGYAKARTA, JOURNALARTA.COM – Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY meluncurkan awan panas sejauh 2.000 meter ke arah Kali Boyong, Kabupaten Sleman, pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 20:34 WIB. Peristiwa ini terjadi hampir bersamaan dengan erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat, yang memicu dentuman keras.

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat awan panas Merapi memiliki amplitudo maksimum 48,66 mm dengan durasi gempa awan panas selama 129,64 detik. Meskipun terjadi pada malam hari sehingga kolom abu tidak terlihat, CCTV thermal berhasil merekam luncuran pijar tersebut, yang juga terekam jelas pada seismogram.

Merapi dan Marapi Erupsi Bersamaan

Saat ini, status Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga. Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, menegaskan bahwa jarak luncur 2 km masih dalam zona aman 5 km dari puncak. “Jarak ini masih jauh dari permukiman warga dan lokasi wisata di lereng Merapi. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak panik, namun tetap waspada,” ujarnya.

Ironisnya, hanya berselang 1 jam 6 menit setelah kejadian di Merapi, Gunung Marapi di Tanah Datar, Sumatera Barat, juga mengalami erupsi. Erupsi Marapi terjadi pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 21:40 WIB, dan сопровождается bunyi dentuman yang terdengar oleh warga sekitar. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi Marapi memiliki amplitudo 30 mm dengan durasi 1 menit 19 detik, meski tinggi kolom abu tidak teramati karena kondisi gelap.

Meskipun dua gunung berapi aktif di Indonesia ini erupsi pada malam yang sama, para ahli geologi menyatakan bahwa kedua peristiwa ini kebetulan dan tidak saling terkait. Keduanya adalah bagian dari “Ring of Fire” yang memang memiliki aktivitas vulkanik tinggi.

Zona Bahaya dan Imbauan BPPTKG

Dengan status Merapi Level III Siaga, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya. Zona bahaya di selatan-barat daya meliputi alur Kali Boyong maksimal 5 km dari puncak, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km. Area ini berisiko terhadap bahaya guguran lava dan awan panas.

Di sisi tenggara, terutama di wilayah Kemalang, Klaten, alur Kali Woro hingga 3 km dan Kali Gendol hingga 5 km dari puncak direkomendasikan untuk dijauhi. BPPTKG juga mengingatkan potensi lahar dingin atau lahar hujan saat turun hujan, yang dapat membawa material vulkanik melalui alur sungai yang berhulu di Merapi.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti rekomendasi resmi dari BPPTKG. Jika terjadi hujan abu, disarankan untuk menggunakan masker dan menutup sumber air bersih. Evakuasi hanya boleh dilakukan jika ada instruksi resmi dari BPBD setempat (Sleman, Klaten, Boyolali, Magelang), serta diminta untuk tidak mudah percaya pada hoaks yang sering beredar di media sosial.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 28 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis