Denyut Ekonomi Kembali Hidup
Kabar pembukaan kembali RTH membawa angin segar bagi para pedagang kaki lima dan operator penyewaan mainan anak. Selama sepekan tutup, praktis tidak ada pemasukan sama sekali. Kios-kios yang biasanya berjejer di pinggiran taman terpaksa tutup rapat. Hari ini, mereka mulai menata kembali dagangannya, menyambut pengunjung yang mulai kembali berdatangan ke taman-taman kota.
Namun, pihak dinas tetap mengingatkan bahwa warga yang ingin berkunjung harus tetap waspada. Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, ada baiknya mempertimbangkan kondisi fisik sebelum beraktivitas di luar rumah. Kewaspadaan harus tetap dijaga meski kondisi langit tampak lebih biru hari ini.
Di balik pembukaan kembali taman-taman tersebut, pemerintah kota juga menitipkan pesan keras kepada warganya. Reza mengingatkan bahwa akar masalah kabut asap adalah tindakan manusia. Ia berharap masyarakat berhenti membakar lahan dan lebih peduli pada hal-hal kecil seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering.
“Kebakaran hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga harus berpartisipasi. Jangan membakar lahan, jangan membuang puntung rokok sembarangan,” pungkasnya. Kini, RTH kembali menjadi paru-paru kota, namun tanggung jawab menjaganya dari api tetap berada di pundak warga dan otoritas terkait agar tidak perlu ada lagi penutupan paksa di masa mendatang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.