Selasa, 1 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Gerakan Pilah Sampah Kurangi Sampah di Bantargebang 500 Ton per Hari

Gerakan Pilah Sampah Kurangi Sampah di Bantargebang 500 Ton per Hari
Gerakan Pilah Sampah Kurangi Sampah di Bantargebang 500 Ton per Hari

JAKARTA — Gerakan pemilahan sampah dari sumber telah membuahkan hasil nyata. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melaporkan penurunan sampah signifikan di Bantargebang mencapai 500 ton per hari sejak inisiatif dimulai Mei lalu.

Pokok Peristiwa

“Saya mendapatkan laporan bahwa adanya penurunan secara signifikan, yaitu jumlah sampah di rumah tangga dan juga di Bantargebang. Di Bantargebang sendiri ada penurunan kurang lebih 500 ton per hari,” kata Pramono dalam acara Local Hero Indonesia Forum 2026 yang diselenggarakan Indonesia Water Institute, Senin (31/8).

Pencapaian ini menunjukkan partisipasi warga Jakarta mulai bergairah menerapkan pilah sampah. Dalam tiga bulan pertama sejak gerakan dicanangkan 10 Mei 2026, rumah tangga yang aktif memilah sampah melonjak dari 5,31% menjadi 23,14%. Artinya, hampir seperempat rumah tangga Jakarta kini terlibat dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya.

Dampak untuk masyarakat pun terasa. Dengan pengurangan 500 ton sampah per hari di TPA Bantargebang, tekanan pada tempat pembuangan akhir berkurang signifikan. Ini berarti daya tampung TPA bisa bertahan lebih lama, biaya pengelolaan menurun, dan risiko pencemaran lingkungan di sekitar TPA berkurang.

Konteks

Untuk warga yang tinggal sekitar Bantargebang, perbaikan kualitas udara dan air tanah diharapkan akan terasa dalam jangka panjang.

Selain itu, pengelolaan sampah organik melalui jaringan bank sampah menunjukkan pertumbuhan pesat. Pengelolaan sampah organik yang awalnya tersebar di 2.247 bank sampah meningkat dari 1.046 ton menjadi 1.432 ton. Ini berarti semakin banyak sampah organik yang dikompos atau didaur ulang, bukan dibuang begitu saja ke TPA.

Meski optimis, Pramono juga mengakui tantangan nyata di lapangan. Penimbunan sampah swasta di lokasi tidak semestinya masih menjadi masalah, begitu juga hambatan operasional di TPS 3R (Tempat Pemilahan Sampah, Pengurangan, dan Pengelolaan). Untuk mengatasi ini, gubernur menekankan pentingnya pendekatan ketat tanpa kompromi.

Dampak dan Langkah Berikutnya

“Saya minta betul Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk penanganan ini enggak boleh setengah-setengah. Penanganan ini harus kadang-kadang memang kita harus keras, penanganan ini harus secara detail untuk diketahui,” ujar Pramono, menunjukkan urgensitas eksekusi yang disiplin.

Untuk mempertahankan momentum, Pramono juga meminta Balai Kota menjadwalkan pembahasan rutin tentang sampah setidaknya sekali seminggu. Langkah ini memastikan fokus berkelanjutan pada isu sampah dan memungkinkan koordinasi lintas dinas yang lebih efektif. Kedatangan narasumber terkait isu sampah juga diminta untuk selalu difasilitasi guna memperkaya strategi pengelolaan ke depan.

Pencapaian 500 ton pengurangan sampah per hari bukan angka kecil. Untuk konteks, angka ini setara dengan sampah yang dihasilkan sekira 150.000-200.000 jiwa dalam sehari, tergantung pola konsumsi. Jika momentum ini terus terjaga, Jakarta bisa menjadi model pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di tingkat Asia Tenggara.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 1 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online