Ekonom Celios, Nailul Huda, pada 28 Agustus 2026, menjelaskan pergeseran pola konsumsi dari marketplace konvensional menuju platform berbasis pengalaman video atau live. Konsumen kini cenderung berbelanja melalui Instagram, Facebook, X, TikTok, dan YouTube karena adanya pengalaman pengguna yang baru, seperti melihat barang secara langsung, berinteraksi dengan penjual, dan mendapatkan ulasan dari kreator. Ini sangat membantu terutama untuk produk yang informasinya kurang lengkap di e-commerce biasa.
YouTube Shopping menjadi arena baru bagi kreator untuk memperoleh komisi selain dari iklan atau sponsor. Blibli telah berintegrasi dengan YouTube Shopping, memungkinkan kreator menyematkan hingga 60 produk Blibli dalam satu konten video. Head SEO Blibli, Merrick Jonathan, menyebut ulasan kreator sebagai faktor krusial dan melihat kehadiran di YouTube Shopping sebagai langkah strategis untuk menjangkau konsumen pada momen inspirasi belanja.
Sebuah studi di Jurnal Ilmiah Pendas Vol 11 No 02 Juni 2026 menunjukkan potensi monetisasi ini. Channel MNCTV Official, misalnya, meraih total penjualan produk Rp596.259 dari tiga pesanan dalam sebulan dengan estimasi pendapatan Rp32.198. Kontribusi komisi sebesar 5,4 persen ini, meskipun tampak kecil, berpotensi sangat besar jika dikalikan dengan volume 2,6 miliar transaksi yang terjadi. Hal ini juga menjadi strategi adaptasi media penyiaran ke ranah social commerce.
Strategi Jitu Mendongkrak Penjualan
Untuk UMKM dan brand, Accio.com merekomendasikan investasi pada AI untuk personalisasi perjalanan pelanggan, integrasi pesan sebagai saluran penjualan utama, serta kolaborasi dengan kreator afiliasi. Prioritas pada konten video imersif seperti live commerce dan Reels, serta ekspansi ke pasar halal global juga menjadi kunci.
E-commerce diproyeksikan akan terus tumbuh, dengan pasar senilai USD 212,58 miliar pada 2031. Produk terlaris meliputi elektronik seperti headphone nirkabel, pelacak kebugaran, dan kamera pengawasan. Accio.com juga memberikan tips untuk mendongkrak penjualan: konsisten live di jam prime (19.00-22.00) dengan format video pendek 12-25 detik yang memiliki ‘hook’ kuat, menggunakan teknologi AR try-on, membuat bundling produk, serta menggandeng affiliate nano-mikro. Pemanfaatan AI tools juga krusial, misalnya untuk auto-clip podcast ke YouTube Shorts atau membuat naskah dengan bantuan AI.
Erafone memprediksi bahwa pada 2026, kreator konten akan memprioritaskan YouTube Shorts. Meskipun AI tools membantu produksi, YouTube telah membatasi monetisasi untuk video yang sepenuhnya dibuat AI tanpa sentuhan manusia sejak pertengahan 2025. Ini menegaskan bahwa sentuhan manusia dalam kreasi konten tetap penting untuk meraih keberhasilan di era belanja video.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.