Senin, 28 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Live Commerce & YouTube Shopping 2026: Tren 2,6M Transaksi Viral

Live Commerce & YouTube Shopping 2026
Live Commerce & YouTube Shopping 2026: Tren 2,6M Transaksi Viral. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Tren belanja daring di Indonesia memasuki babak baru pada 2026, ditandai lonjakan signifikan transaksi video commerce hingga nyaris 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi. Fenomena ini didorong popularitas live commerce dan inovasi YouTube Shopping, yang mengubah cara konsumen berinteraksi dengan produk.

Sektor live commerce, yang didominasi penjualan fashion, kosmetik, dan perlengkapan rumah tangga, kini diperkuat fitur canggih seperti Live AR Commerce. Fitur ini memungkinkan penonton mencoba produk secara virtual, menghadirkan pengalaman belanja yang lebih imersif dan personal.

Lonjakan Transaksi & Potensi Ekonomi Digital

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada 27 Agustus 2026, mengungkapkan data mengejutkan. Ekonomi digital Indonesia, yang diproyeksikan mencapai sekitar USD 100 miliar pada 2025, menjadikan Indonesia pasar andalan untuk video commerce. Airlangga menyoroti bahwa meskipun jumlah penjual online sekitar 800.000, transaksi video commerce telah meroket hampir 90 persen atau setara 2,6 miliar transaksi.

Video commerce merujuk pada penjualan produk melalui konten atau siaran video dengan pembelian dilakukan secara daring. Banyak pedagang toko fisik kini memanfaatkan gawai mereka untuk melakukan siaran langsung melalui berbagai kanal digital. Ini menunjukkan perpaduan antara perdagangan luring dan daring yang semakin mulus. Data ValidNews juga mencatat bahwa perdagangan luring masih mendominasi sekitar dua per tiga dari total perdagangan, sedangkan e-commerce menyumbang sepertiga, menyisakan peluang besar bagi UMKM untuk bertransformasi digital.

Peran Platform & Kreator Konten

Laporan FORTUNE Indonesia pada Q1 2026 menunjukkan peningkatan tajam dalam aktivitas discovery commerce. Pesanan melalui fitur LIVE nasional tumbuh 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pesat juga terlihat pada video pendek yang naik 135 persen dan keterlibatan affiliate creator yang melonjak 170 persen. Di Solo, inisiatif #BeliLokal tercatat naik 57 persen pada semester I 2026, memperkuat dampak positif tren ini pada ekonomi daerah.

Google Indonesia mencatat, jumlah penjual dan toko aktif di videocommerce meningkat 75 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai 800.000 penjual. Rata-rata nilai pesanan (AOV) berada di kisaran Rp75.200 hingga Rp100.000 (sekitar US$4,5-6). Meskipun lebih rendah dari AOV di ASEAN (US$6-7), volume transaksi yang tinggi menunjukkan kekuatan pasar Indonesia.

Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, menjelaskan bahwa watch time YouTube di Indonesia meningkat 20 persen year-on-year. Yang menarik, 92 persen pengguna mengaku percaya pada kreator konten saat mengambil keputusan belanja, menggarisbawahi pengaruh signifikan para kreator dalam ekosistem ini. Selain itu, 10 penjual teratas menyumbang 20 persen dari total transaksi per kategori, menandakan masih ada ruang bagi pemain baru untuk berkembang.

Pergeseran Konsumsi & Strategi Monetisasi

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 28 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis