MENLO PARK, JOURNALARTA.COM – Meta secara mengejutkan memperkenalkan Muse Charm, sebuah perangkat AI pendamping berbentuk gantungan kunci, dalam acara Meta Connect 2026 pada Rabu, 24 September. Perangkat seukuran jam tangan Apple ini menampilkan avatar interaktif mirip Tamagotchi untuk berinteraksi dengan Muse AI, menandai langkah signifikan Meta ke perangkat keras AI wearable.
Peluncuran ini viral di media sosial, memicu diskusi luas antara nostalgia era 90-an dan kekhawatiran privasi. Muse Charm ditargetkan mulai dijual pada musim liburan Desember 2026.
Mark Zuckerberg, dalam sesi ‘One More Thing’ di acara tahunan tersebut, mengungkap bahwa Muse Charm didesain sebagai perangkat yang menyenangkan untuk berinteraksi dengan AI Muse. “Ini membawa kekuatan Muse dengan model suara real-time canggih ke dalam perangkat yang pas di saku Anda,” ujar Zuckerberg. “Anda cukup mengetuk sensor sidik jari di sudutnya, dan Anda bisa mulai berbicara tanpa perlu membuka ponsel atau aplikasi. Ini akan menjadi cara tercepat untuk berbicara dengan Muse Anda.”
Perangkat ini memiliki form factor ringkas, seukuran kotak AirPods, didesain untuk digantung di gantungan kunci, kalung, atau tali pergelangan tangan. Desainnya berupa persegi perak dengan estetika ‘hacker premium’ transparan yang memperlihatkan komponen internal. Layar OLED sentuh berukuran 2 inci menampilkan avatar bernama Jolly, sebuah karakter mirip Yeti yang bisa dikustomisasi dengan berbagai pakaian dan aksesori, mulai dari beruang hingga astronot.
Untuk interaksi, Muse Charm dilengkapi sensor sidik jari di sudut kanan atas untuk mengaktifkan perangkat. Ada mikrofon di bagian atas dan speaker untuk komunikasi suara real-time. Dua kamera, di depan dan belakang, memungkinkan analisis visual AI terhadap lingkungan sekitar pengguna. Konektivitas 5G modem dan WiFi memungkinkan perangkat beroperasi di mana saja tanpa perlu tethering ke smartphone, meskipun tidak bisa digunakan untuk panggilan telepon. Fitur sosial memungkinkan dua perangkat Muse Charm saling mengenali saat didekatkan.
Desain Muse Charm digarap oleh tim di bawah Alan Dye, mantan kepala antarmuka Apple, yang direkrut Meta dengan nilai hampir 200 juta dolar. Meskipun awalnya direncanakan rilis pada 2027, Zuckerberg mendorong peluncuran lebih cepat di 2026. Saat ini, hanya ada beberapa prototipe yang dibangun, dan tata letak komponen masih dalam tahap finalisasi. Perangkat ini masih dalam tahap eksperimen di Amerika Serikat dan belum ada harga resmi yang diumumkan. Untuk paket data, penggunaan dasar akan gratis selama tidak melebihi batas penggunaan data mingguan, dengan opsi paket berbayar $20 dan $100.
Muse Charm berfungsi sebagai wujud fisik dari agen AI Muse yang telah diluncurkan pada 8 September 2026. Agen AI ini terintegrasi ke dalam aplikasi, kacamata, dan mitra belanja Meta, dan Charm memberikan ‘tubuh’ fisik untuk interaksi. Tugas-tugas yang bisa dilakukan Muse mencakup penjadwalan rapat, memberikan jawaban cepat, pengingat, memeriksa rencana, mengontrol rumah pintar secara hands-free, hingga memesan penerbangan dan bahan makanan. Perangkat ini dirilis bersamaan dengan Ray-Ban Meta Gen 3 seharga $479, Ray-Ban Meta Audio, dan kacamata VR 100 gram yang 5 kali lebih ringan dari Quest 3. Namun, Muse Charm secara implisit mengakui bahwa kacamata masih menghadapi resistensi di pasar.
Peluncuran Muse Charm menuai reaksi beragam di media sosial. Di Instagram, postingan @metanewsroom dan @meta per 26-27 September telah mengumpulkan lebih dari 11 ribu likes masing-masing, dengan ratusan komentar.
Banyak pengguna merasakan nostalgia era 90-an, membandingkannya dengan perangkat Giga Pets atau Tamagotchi modern. Namun, tidak sedikit pula yang mengkhawatirkan aspek pengawasan dan privasi. Komentar seperti “Dunia distopia lain” atau “lebih banyak spyware” bermunculan, mencerminkan ketakutan akan perangkat pelacak saku ala ‘Black Mirror’. Ada juga perdebatan tentang utilitasnya, dengan beberapa pihak mempertanyakan apakah perangkat ini benar-benar diperlukan mengingat fungsi serupa sudah ada di ponsel.
PYMNTS melaporkan pada 24 September bahwa perangkat seperti Muse Charm akan lebih berguna jika pengguna mau membagikan informasi login dan kartu mereka. Namun, riset Oppenheimer menemukan bahwa hanya 8% konsumen AS yang akan mempercayakan Meta dengan kata sandi, kurang dari separuh yang akan mempercayai ChatGPT. Ini menjadi tantangan besar bagi Meta. Meskipun demikian, Meta berhasil menjadi yang pertama di pasar dengan perangkat AI khusus ini, mengalahkan proyek perangkat saku OpenAI yang dikerjakan bersama Jony Ive yang diproyeksikan rilis pada 2027. Sejarah menunjukkan perangkat sejenis seperti Humane AI Pin 2024 dan Rabbit R1 menghadapi kritik karena kemampuan yang belum matang atau karena “ponsel sudah melakukan semuanya”. Namun, Techlicious menilai Muse Charm sebagai eksperimen berisiko rendah dari Meta untuk memperluas distribusi AI wearable mereka.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.