Senin, 28 September 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Pinjaman Online Legal 2026: Daftar 95 OJK, Limit 80jt & Bunga 0,1%

Pinjaman Online Legal 2026
Pinjaman Online Legal 2026: Daftar 95 OJK, Limit 80jt & Bunga 0,1%. Credit: Dok. JournalArta

Banyak masyarakat mencari pinjaman online tanpa debt collector (DC) lapangan karena kekhawatiran terkait penagihan. Beberapa pinjol yang diketahui mengandalkan penagihan digital antara lain Kredivo, JULO, AdaKami, Kredit Pintar, Akulaku, Tunaiku, Easycash, dan Rupiah Cepat. Masing-masing menawarkan limit dan tenor bervariasi.

Untuk pinjaman dengan limit besar, ada beberapa pilihan yang tersedia. Jenius Flexi Cash menawarkan pinjaman hingga Rp500 juta dengan bunga 0,75% per bulan, sementara Neo Pinjam dari BNC mencapai Rp100 juta dengan bunga 0,06% per hari. Akulaku dan AdaPundi juga menawarkan limit hingga Rp100 juta. Beberapa pinjol memberikan limit awal yang besar dan pencairan cepat jika peminjam memiliki mutasi rekening bank atau aktivitas e-commerce yang sehat, berpotensi meningkatkan plafon hingga 40% lebih tinggi.

Alternatif Pembiayaan UMKM: KUR dengan Bunga 6%

Bagi UMKM yang membutuhkan modal produktif, Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap menjadi alternatif yang lebih aman dan terjangkau. KUR BRI menawarkan pinjaman mikro hingga Rp50 juta tanpa agunan tambahan, bahkan bisa mencapai Rp100 juta jika memiliki rekening produktif dan riwayat SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang bersih. Bunga efektif KUR BRI adalah 6% per tahun.

Syarat pengajuan KUR umumnya meliputi Warga Negara Indonesia (WNI), usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, memiliki usaha yang berjalan minimal 6 bulan, tidak sedang menerima kredit produktif dari lembaga lain, serta memiliki e-KTP, Kartu Keluarga, dan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU). Proses pengajuan KUR BRI dapat dilakukan secara online melalui kur.bri.co.id. Bank lain seperti BNI dan BCA juga menyediakan program KUR dengan skema dan syarat yang kompetitif.

Strategi Aman dan Kualitas Pinjaman

Yusuf Rendy dari CORE (Center of Reform on Economics) menyoroti pertumbuhan ekonomi 4,9-5% pada 2026 sebagai salah satu hambatan. Selain itu, praktik pinjol ilegal dan debt collector agresif turut menurunkan kepercayaan masyarakat. Kebutuhan konsumtif masyarakat yang belum pulih menjadi tantangan tersendiri.

Oleh karena itu, strategi kualitas seperti seleksi peminjam yang ketat, pembatasan Debt-to-Income (DTI), fokus pada pinjaman produktif, kolaborasi OJK dalam memberantas pinjol ilegal, dan penagihan yang tertib menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sektor pinjaman online legal di Indonesia.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair