BANGKOK — Bandara Don Mueang tetap melayani penerbangan meski dikepung banjir. Masalahnya bukan landas pacu, melainkan cara penumpang sampai ke sana.
Airports of Thailand (AOT) mengkonfirmasi pada 26 September bahwa penerbangan dan rute internal di Bandara Don Mueang (DMK) tetap tidak terpengaruh oleh hujan lebat dan genangan air di sekitarnya. Operasional bandara berjalan normal.
Yang amburadul adalah akses darat — jalan-jalan sekitar terminal tergenang, dan layanan taksi berargo telah ditangguhkan akibat banjir di luar terminal serta kerusakan kendaraan.
Banjir besar sedang melanda Bangkok setelah hujan ekstrem mencapai hampir 300 milimeter sejak Kamis malam pekan sebelumnya. Walau intensitas hujan mereda pada Senin pagi, genangan air setinggi lutut hingga paha orang dewasa masih merendam setidaknya 31 ruas jalan utama di kota ini.
Bangkok Metropolitan Administration terus mengerahkan pompa air raksasa untuk mengeringkan jalan dan menurunkan debit air di kanal-kanal utama.
Alternatif Transportasi ke Bandara
Penumpang yang menuju Bandara Don Mueang disarankan menggunakan Jalan Tol Don Mueang, yang mengarah langsung ke gedung terminal penumpang tanpa melalui rute darat yang banjir. Ini adalah rute paling aman untuk mencapai bandara saat ini.
Bus Otoritas Angkutan Massal Bangkok pada rute A1 hingga A4 terus beroperasi, meski penumpang harus memperkirakan keterlambatan sekitar 45 menit. Semua titik penjemputan dan penurunan penumpang telah dipindahkan sementara ke gedung Service Hall.
Kereta komuter Jalur Merah, yang menghubungkan Terminal Pusat Krung Thep Aphiwat dan Rangsit, masih beroperasi setiap 15 menit dengan jadwal normal. Layanan transportasi daring Grab juga tetap beroperasi seperti biasa, menjadi pilihan utama pengguna sejak layanan taksi berargo dihentikan sementara.
Dampak bagi Penumpang Bandara
Perubahan sistem transportasi ini berakibat langsung pada jadwal kedatangan penumpang. AOT mendesak setiap orang yang terbang internasional untuk datang tiga jam sebelum penerbangan, dan dua jam untuk penerbangan domestik — lebih lama dari standar biasa. Staf bandara telah dikerahkan sepanjang waktu untuk membantu pelancong navigasi gangguan ini.
Ketergantungan pada layanan Grab dan bus umum juga berarti biaya transportasi bisa berubah. Grab mungkin menerapkan surge pricing akibat permintaan tinggi, sementara bus publik menawarkan pilihan lebih murah tapi dengan risiko keterlambatan lebih besar.
Respons Pemerintah Thailand
Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Thailand, Anutin Charnvirakul, menetapkan hari libur khusus pada 28 dan 29 September 2026 untuk mempermudah mobilisasi evakuasi, penanganan banjir, dan mengurangi kemacetan total di tengah kota. Libur ini berlaku di empat provinsi terdampak parah: Bangkok, Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan.
Meski banjir mulai surut, situasi Bandara Don Mueang menunjukkan betapa rentan infrastruktur transportasi terhadap banjir ekstrem. AOT belum mengeluarkan estimasi kapan layanan taksi berargo akan kembali normal, dengan fokus saat ini pada memastikan operasional penerbangan tetap lancar dan penumpang dapat sampai dengan aman, walau dengan rute alternatif dan waktu tempuh lebih lama.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.