YOGYAKARTA — Hamzah Batik Malioboro menutup sementara operasionalnya setelah dilalap kebakaran dini hari Senin (28/9/2026). Pengelola menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada pelanggan, mitra, peserta kegiatan, dan masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.
Kebakaran muncul sekitar pukul 01.30 WIB dan berhasil dipadamkan kira-kira tiga jam kemudian pada pukul 04.30 WIB. Api melanda lantai tiga gedung, yang menjadi lokasi dapur dan Raminten Malioboro Resto—tempat pengunjung menyantap sambil menikmati pertunjukan seni bernuansa budaya Jawa. Lantai satu dan dua tempat penjualan batik tampak tetap utuh dari pandangan luar.
Melalui akun Instagram resmi @hamzahbatikofficial, pengelola menegaskan seluruh kegiatan operasional toko, event, pertunjukan harian maupun bulanan, dan aktivitas lainnya ditiadakan sementara hingga kondisi memungkinkan kembali beroperasi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terdampak dan terlibat dalam kegiatan Hamzah Batik Malioboro, termasuk para pelanggan, tamu, peserta kegiatan, vendor, mitra, pengisi acara, komunitas, serta seluruh tim,” bunyi pernyataan resmi yang dibagikan Senin (28/9/2026).
Proses Pemadaman Melibatkan 12 Unit Damkar
Proses penyelamatan menggerakkan respons besar-besaran dari petugas. Damkar Kota Yogyakarta mengerahkan 7 unit, ditambah dukungan dari Damkar Bantul (2 unit), Damkar Sleman (2 unit), Damkar UGM (1 unit), Damkar Hasamindo Redkar Sleman (1 unit), serta satu unit Water Cannon Polresta Yogyakarta dan satu truk Damkar milik TNI. Total 14 unit alat pemadaman dikerahkan ke lokasi.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, menjelaskan kebakaran terjadi ketika seorang saksi sedang memperbaiki kamar mandi di lantai tiga. “Saksi bersama temannya mendengar suara letupan benda yang terbakar. Saksi mengecek dan melihat api di ruang dapur lantai tiga,” ujar Dani.
Petugas keamanan toko sempat berupaya memadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun api terus membesar. Petugas kemudian melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta serta Polsek Gondomanan sekitar pukul 01.36 WIB.
Berkat koordinasi cepat, unit pertama damkar tiba sekitar pukul 01.45 WIB. Setelah pertarungan tiga hingga empat jam melawan si jago merah, api akhirnya dikendalikan menjelang subuh. Pendinginan lokasi berlanjut hingga sekitar pukul 06.30 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang tersembunyi.
Tidak Ada Korban Jiwa, Penyebab Masih Diselidiki
Dani memastikan peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak kepolisian. Sementara itu, kerugian material masih dalam tahap pendataan dan belum dapat ditentukan jumlahnya secara pasti.
Saksi lain, Roni Adi, seorang petugas Jogomaton di kawasan Malioboro, menceritakan detil peristiwa. Dia mengatakan awal mula kebakaran tidak diketahui, tetapi tiba-tiba terdengar suara ledakan dua kali yang awalnya dikira suara ban truk pecah.
Tak lama kemudian, asap mengepul dari gedung bagian atas. “Setelah melihat kepulan asap, petugas kemudian membangunkan satpam Hamzah Batik yang berjaga. Namun saat dilakukan pengecekan, kondisi api sudah membesar di lantai tiga,” tuturnya.
Permintaan Pemahaman dan Doa dari Pengelola
Pengelola memahami bahwa penutupan sementara ini berdampak terhadap berbagai rencana dan agenda yang telah dipersiapkan oleh banyak pihak. Mereka meminta pengertian dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan selama proses penanganan kondisi pascakebakaran berlangsung.
“Saat ini, kami berfokus pada penanganan kondisi pasca kebakaran dan berharap situasi dapat segera membaik. Mohon doa dari seluruh Konco Hamzah Batik agar kami diberikan kekuatan dan kelancaran untuk melewati masa ini, serta dapat kembali menyapa dan melayani masyarakat dalam keadaan yang lebih baik,” demikian harapan yang disampaikan pengelola di akhir pernyataan resmi mereka.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.