MENLO PARK, JOURNALARTA.COM – Meta secara resmi meluncurkan Muse, agen kecerdasan buatan personal super canggih, pada Senin, 8 September 2026. Produk ini diperkenalkan oleh CEO Mark Zuckerberg dan Chief AI Officer Alexandr Wang dalam acara internal Meta, menandai sebuah lompatan dari sekadar chatbot menjadi asisten yang mampu bekerja atas nama pengguna.
Hanya dalam 12 hari pertama setelah peluncuran, Muse mencatat 1,8 juta unduhan di iOS untuk wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Angka ini melampaui rekor ChatGPT yang dulu mencapai 1,3 juta unduhan pada periode serupa. Aplikasi ini langsung menduduki peringkat pertama di App Store AS dan kini telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta pengguna.
Apa Itu Muse AI?
Muse adalah agen AI personal yang dirancang untuk menjalankan tugas-tugas kompleks berdasarkan instruksi bahasa sehari-hari. Berbeda dengan chatbot yang hanya memberikan jawaban, Muse mampu membuat rencana, menjelajahi internet, mengisi formulir, mengirim email, melakukan panggilan telepon, bernegosiasi, hingga menyelesaikan transaksi belanja. Agen ini terus bekerja di latar belakang, bahkan saat aplikasi ditutup.
Kecanggihan Muse didukung oleh Muse Spark 1.3, model AI terbaru dari Meta Superintelligence Labs. Versi 1.3, yang dirilis pada 2 September 2026, memiliki context window 1 juta token, kemampuan penalaran multimodal, dan alur kerja agen. Model ini didesain untuk pelacakan tugas jangka panjang dan pengelolaan multi-alur kerja. Dengan Intelligence Index 62, Muse Spark 1.3 diklaim kompetitif dengan model seperti GPT-5.6 Sol dan Claude Fable 5.1, terutama dalam kemampuan pengodean.
Setiap pengguna Muse mendapatkan Virtual Machine (VM) khusus bernama Muse Secure VM, yang berfungsi sebagai komputer awan pribadi lengkap dengan peramban virtual. Ini memungkinkan Muse bekerja secara independen di latar belakang tanpa mencampur data pengguna dengan sistem iklan Meta, menjaga privasi dan keamanan informasi.
Fitur Unggulan yang Membedakan Muse
Salah satu keunggulan Muse adalah kemampuannya bekerja 24/7 tanpa memerlukan kurva belajar yang panjang. Pengguna dapat mengakses Muse melalui aplikasi khusus (iOS, Android, Mac yang rilis 18 September), situs web muse.ai, atau langsung melalui WhatsApp. Muse dirancang untuk mengingat detail yang telah disebutkan, seperti preferensi makanan atau ukuran pakaian, sehingga tugas-tugas dapat diselesaikan lebih efisien.
Muse juga dapat mengubah konten menjadi tindakan konkret. Misalnya, pengguna bisa menyimpan resep video dari Instagram, lalu Muse akan mengubahnya menjadi daftar belanja dan bahkan melakukan checkout otomatis. Agen ini juga bisa membuat dokumen, PDF, dan halaman web interaktif yang disebut Artifacts.
Untuk pengguna Mac, aplikasi Muse memungkinkan pengoperasian langsung pada aplikasi bawaan seperti Messages, Mail, Kalender, dan Notes. Muse bisa mencari file, mengelompokkan data, hingga merangkum pesan masuk. Agen ini memiliki alamat email sendiri dan avatar Realtime yang mendukung panggilan video, memungkinkan interaksi yang lebih personal.
Fitur belanja dan pembayaran di Muse didesain aman, menggunakan checkout via Link (Stripe) dengan kartu sekali pakai untuk melindungi informasi kartu asli pengguna. Meta juga sedang menyiapkan Meta Pay khusus untuk Muse.
Integrasi dengan kacamata pintar seperti Ray-Ban Meta dan Oakley smart glasses akan segera hadir. Pengguna dapat mengaktifkan Muse dengan perintah suara “Muse” untuk melakukan berbagai tugas, mulai dari mencari harga tiket pesawat hingga melacak aktivitas kebugaran.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.