Kamis, 1 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

CELIOS ungkap pertumbuhan ekonomi sulteng masih bergantung tambang nikel

Grafik perubahan struktur ekonomi Sulawesi Tengah 2014–2024: pertanian turun dari 34,4% menjadi 15,8%, pertambangan dan indus
Transformasi struktur ekonomi Sulawesi Tengah sepanjang dekade 2014–2024. Sektor pertanian mengalami penurunan drastis sementara pertambangan dan industri pengolahan nikel mendominasi. (Ilustrasi: JournalArta). (Ilustrasi: AI)

PALU — Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang mencapai 8,32 persen pada triwulan pertama 2026 ternyata tersembunyi di balik masalah serius: ketergantungan ekstrem terhadap sektor pertambangan dan industri pengolahan nikel. Center of Economic and Law Studies (CELIOS) membunyikan alarm atas kondisi ini.

“Tingginya pertumbuhan ekonomi tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan pembangunan, jika struktur ekonomi daerah semakin bergantung pada sektor tertentu,” kata Direktur Studi Sosio-Bioekonomi CELIOS Fiorentina Refani di Palu, Rabu.

Data yang dikompilasi CELIOS menunjukkan transformasi drastis struktur ekonomi Sulawesi Tengah dalam dekade terakhir. Pada 2014, sektor pertanian masih menyumbang 34,4 persen dari struktur ekonomi daerah, sementara pertambangan dan industri pengolahan hanya 16 persen. Sepuluh tahun kemudian, situasi terbalik sepenuhnya.

Kontribusi pertanian merosot tajam menjadi 15,8 persen. Sebaliknya, pertambangan dan industri pengolahan nikel kini menguasai hampir 60 persen dari seluruh struktur ekonomi Sulawesi Tengah. “Jadi, kita melihat ada pertanian yang turun drastis dan sektor ekstraktif naik secara drastis,” ungkap Fiorentina.

Pertumbuhan Terlihat Melambat

Meski pertumbuhan 8,32 persen pada triwulan I 2026 masih tergolong sehat, angka ini sebenarnya mencerminkan perlambatan yang konsisten. Pada 2023, Sulawesi Tengah mencatat pertumbuhan 11,91 persen. Angka itu turun menjadi 9,89 persen di 2024, lalu 8,47 persen di 2025, sebelum akhirnya 8,32 persen di kuartal pertama tahun ini.

Industri pengolahan memang menjadi mesin pertumbuhan terkuat: mencapai 15,09 persen pada periode yang sama. Namun, dependensi semacam ini membawa risiko serius yang sering terlewatkan dalam narasi “pertumbuhan yang kuat”.

Gejolak Harga Global Bisa Meruntuhkan Ekonomi Lokal

Ketergantungan pada sektor ekstraktif membuat perekonomian Sulawesi Tengah rentan terhadap tiga faktor eksternal: perubahan kebijakan global, fluktuasi harga komoditas, dan regulasi domestik.

Fiorentina menunjukkan contoh konkret: pembatasan produksi nikel melalui mekanisme Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) langsung berdampak pada aktivitas industri. Lebih lagi, volatilitas harga nikel di pasar dunia menciptakan ketidakpastian bisnis yang serius.

Pada awal September 2026, harga nikel berada di sekitar 16.600 dolar AS per ton, padahal produsen membutuhkan setidaknya 17.000 dolar AS per ton untuk mempertahankan margin keuntungan yang layak. “Karena sudah masuk ke pasar global, ada volatilitas harga. Kebijakan global dan implikasi ekonomi global akhirnya membuat harga nikel sangat tidak stabil,” jelas Fiorentina.

Pentingnya Diversifikasi Ekonomi

Peringatan CELIOS bukan sekadar akademis. Ketika 60 persen dari struktur ekonomi daerah bergantung pada satu sektor yang harganya ditentukan pasar internasional, setiap gejolak global langsung rontok ke ekonomi lokal.

Petani yang jumlahnya makin berkurang, UMKM yang tergeser, dan kesempatan kerja berkelanjutan yang terbatas, semua itu adalah dampak nyata dari pergeseran struktur ekonomi yang tidak seimbang.

Direktur CELIOS menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti dengan upaya konkret mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif, khususnya pertambangan dan industri pengolahan berbasis nikel.

Diversifikasi ekonomi bukan hanya soal teori pembangunan — ia adalah pertanyaan survival bagi keberlanjutan perekonomian Sulawesi Tengah di tengah ketidakpastian pasar global yang terus berubah.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair