NAGOYA, JOURNALARTA.COM – Kontingen Indonesia mengakhiri hari Kamis (1/10/2026) di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan hasil campur aduk. Satu sejarah emas pertama tercipta dari cabang panahan, namun mimpi emas lain di esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) harus kandas.
Di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, panahan beregu Indonesia menorehkan sejarah gemilang. Namun, hanya beberapa jam kemudian, di Aichi Sky Expo Hall Nagoya, tim MLBB Indonesia harus tunduk lesu setelah dibantai Myanmar.
Nurisa Dian Ashrifah: Ukir Sejarah Emas Pertama Panahan Indonesia
Pemanah Nurisa Dian Ashrifah, 20 tahun, asal Semarang, berhasil mengukir sejarah dengan meraih medali emas pertama bagi Indonesia di cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games. Berlaga di nomor Compound Women’s Individual, Nurisa menundukkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor ketat 139-137 pada final Kamis pagi WIB.
Kemenangan ini sangat bersejarah karena sejak panahan pertama kali dipertandingkan di Asian Games pada tahun 1978, Indonesia belum pernah sekalipun meraih medali emas. Prestasi tertinggi sebelumnya hanyalah medali perak, seperti yang dicapai beregu recurve putra pada 1982, beregu recurve putri pada 1994, dan Diananda Choirunisa di individual recurve putri pada 2018. Kini, kutukan 48 tahun itu berhasil dipecahkan Nurisa.
Nurisa yang tidak diunggulkan, memulai kualifikasi dari peringkat ke-8 dengan 701 poin. Di semifinal, ia secara mengejutkan mengalahkan pemanah Korea Selatan, Oh Yoohyun, yang sebelumnya selalu mencatat skor sempurna, dengan skor 147-143. Dalam final melawan Filipina, pertandingan berlangsung dramatis. Skor sempat imbang 28-28 di end pertama, Nurisa unggul 27-26 di end kedua, kembali imbang 29-29 di end ketiga, dan kalah 26-27 di end keempat. Namun, di end penentu kelima, Nurisa tampil prima dengan tembakan terakhir 10 poin, memastikan kemenangan 29-27.
Nurisa, yang akrab disapa Hani, mulai mengenal panahan sejak SD setelah melihatnya di film dan mengikuti ekstrakurikuler pada usia 11 tahun. Mahasiswi S1 Manajemen Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini turun di nomor Compound, bukan recurve.
Dengan tambahan emas dari Nurisa, kontingen Indonesia kini telah mengoleksi 5 medali emas, melampaui target awal pemerintah sebesar 4 emas. Medali emas lainnya diraih oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi (Panjat Tebing Speed Putri), Beregu Bulutangkis Putra, Rahmat Erwin Abdullah (Angkat Besi 75kg Putra), serta Leo Carnando/Daniel Marthin (Ganda Putra Bulutangkis). Hingga 1 Oktober malam, Indonesia berada di peringkat 13 klasemen sementara dengan total 32 medali (5 emas, 7 perak, 20 perunggu).

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.