JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Proses registrasi kartu SIM menggunakan verifikasi wajah atau biometrik kini menjadi kewajiban, terutama untuk eSIM dan secara bertahap juga diberlakukan untuk kartu SIM fisik biasa. Peraturan baru dari Komdigi (sebelumnya Kominfo) yang mulai berlaku akhir 2025 ini bertujuan menekan penyalahgunaan, mengingat pendaftaran nomor baru di Indonesia mencapai 500 ribu hingga 1 juta setiap hari.
Namun, tak sedikit pengguna mengalami kendala, dengan error yang sering muncul saat mencoba verifikasi wajah. Masalahnya bervariasi, mulai dari kualitas kamera ponsel yang buruk, pencahayaan yang kurang, hingga jaringan internet yang tidak stabil. Komdigi sendiri mengakui adanya tantangan ini dan menyediakan solusi alternatif ke gerai resmi.
7 Penyebab Utama Verifikasi Wajah Gagal
Beberapa faktor sering menjadi pemicu kegagalan dalam proses verifikasi biometrik saat registrasi SIM. Memahami penyebab ini penting agar bisa menemukan solusi yang tepat.
- Wajah Tidak Terdeteksi / Gelap: Ini terjadi jika Anda membelakangi sumber cahaya, seperti jendela atau lampu, membuat wajah menjadi siluet dan detail tidak terbaca oleh sistem.
- Kamera Buram / Tidak Fokus: Lensa kamera yang kotor, berminyak, atau kualitas kamera ponsel yang rendah bisa membuat gambar tidak jelas.
- Aksesori Menutup Wajah: Penggunaan kacamata hitam, masker, topi, atau poni yang menutupi bagian wajah seperti dahi dan mata akan menghalangi sistem mendeteksi wajah secara penuh.
- Izin Kamera Diblokir: Jika Anda mendaftar melalui browser web dan tidak memberikan izin akses kamera, proses verifikasi tidak akan bisa berjalan. Aplikasi lain yang menggunakan kamera juga bisa menjadi penyebab.
- Jaringan Time-out Saat Upload: Verifikasi biometrik membutuhkan koneksi internet yang stabil untuk mengirim data ke Dukcapil. Jaringan Wi-Fi publik yang lambat atau data seluler yang putus-nyambung dapat menyebabkan kegagalan pengiriman data.
- NIK Tidak Cocok / Belum Sinkron: Data NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang tidak sesuai dengan e-KTP, belum terupdate di server Dukcapil, atau kesalahan pengetikan satu angka saja dapat membuat sistem menolak registrasi.
- Server Sibuk / Limit: Tingginya traffic pengguna yang mencoba registrasi di waktu bersamaan, terutama di jam-jam sibuk, bisa menyebabkan server lambat atau overload. Selain itu, ada batasan maksimal 3 nomor per operator untuk satu Kartu Keluarga (KK).

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.