Untuk perbandingan, berikut adalah harga BBM Pertamina per 2 Oktober 2026:
- Pertalite RON 90: Rp10.000 (harga subsidi, tetap sampai akhir 2026)
- Biosolar subsidi: Rp6.800
- Pertamax RON 92: Rp15.950
- Pertamax Green 95: Rp19.150
- Pertamax Turbo RON 98: Rp19.600
- Dexlite: Rp23.700
- Pertamina Dex: Rp25.200
Konsumen memiliki pilihan strategis. Jika ingin lebih hemat dengan oktan 92, Pertamax Pertamina seharga Rp15.950 bisa menjadi opsi. Namun, jika memilih BBM swasta dengan oktan yang sama, BP 92 atau Vivo Revvo 92 di harga Rp16.130 menawarkan formulasi aditif yang berbeda.
Latar Belakang Stabilnya Harga BBM Swasta
Keputusan SPBU swasta untuk tidak menaikkan harga cukup menarik, mengingat pergerakan harga minyak mentah dunia yang sempat tinggi. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat $92,44 per barel, sementara Brent Crude berada di $104,38 per barel, bahkan sempat menyentuh $107,86 pada akhir September.
Harga minyak mentah Indonesia (ICP) juga menunjukkan tren kenaikan, dari $81,68 pada Juli 2026 menjadi $89,43 pada Agustus 2026. Data untuk Oktober belum diumumkan oleh Kementerian ESDM.
Menurut laporan Bloomberg Technoz pada 1 Oktober, BP, Shell, dan Vivo memang memilih untuk menahan harga September. Mereka belum melakukan penyesuaian harga meski minyak dunia berada di atas $100 per barel. Penahanan harga ini diduga menunggu kebijakan pemerintah terkait BBM non-subsidi dan evaluasi stok yang tersedia di pasar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.