Jumat, 2 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

NASA SpaceX Crew-13 Sukses Launch 1 Okt 2026: Dragon Grace Tembus ISS 7 Jam 50 Menit, Rekor Tercepat AS

NASA SpaceX Crew-13 Launch
NASA SpaceX Crew-13 Sukses Launch 1 Okt 2026: Dragon Grace Tembus ISS 7 Jam 50 Menit, Rekor Tercepat AS. Credit: Dok. JournalArta

CAPE CANAVERAL, JOURNALARTA.COM – Misi NASA SpaceX Crew-13 berhasil diluncurkan dan bersandar di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 1 Oktober 2026. Pencapaian ini menandai rekor perjalanan tercepat pesawat luar angkasa Amerika Serikat ke ISS, hanya dalam waktu 7 jam 50 menit, setelah sebelumnya sempat tertunda.

Kapsul Crew Dragon Grace, yang membawa empat astronaut dari tiga negara, meluncur tepat pukul 11:10:06 AM EDT (22:10 WIB) dari Space Launch Complex 40 (SLC-40) di Cape Canaveral Space Force Station, Florida. Kemudian, pada pukul 23:05 UTC (06:05 WIB 2 Oktober), kapsul ini sukses berlabuh di modul Harmony bagian depan ISS, mengakhiri perjalanan yang memecahkan rekor.

Rincian Misi dan Kapsul Dragon Grace

Misi USCV-13 atau SpaceX Crew-13 ini merupakan penerbangan ke-13 dalam program Commercial Crew NASA dan penerbangan berawak ke-21 bagi Crew Dragon. Roket Falcon 9 Block 5 B1101.3 yang digunakan adalah veteran penerbangan ketiga, setelah sebelumnya mengantar misi Crew-12 dan Starlink. Kapsul Crew Dragon Grace, nama yang dipilih langsung oleh kru, sebelumnya telah digunakan dalam misi Ax-4.

Perjalanan singkat ini, hanya membutuhkan sekitar delapan orbit, disebut NASA sebagai “perjalanan tercepat pesawat ruang angkasa AS ke ISS yang pernah ada”. Biasanya, Crew Dragon memerlukan sekitar 28-30 jam untuk mencapai ISS. Cuaca saat peluncuran sempat menjadi perhatian dengan perkiraan 55% kurang mendukung, namun proses hitung mundur berjalan mulus.

Empat Astronaut dari Tiga Negara

Misi ini mengusung kolaborasi internasional, menunjukkan kerja sama berkelanjutan di ISS meskipun situasi geopolitik global memanas. Empat astronaut yang tergabung dalam misi ini akan menjadi bagian dari kru Expedition 75 di ISS selama kurang lebih enam bulan hingga Maret 2027.

Mereka adalah:

Posisi Nama Negara/Agensi Catatan
Commander Jessica Watkins USA / NASA Penerbangan kedua; wanita kulit hitam pertama di ISS durasi panjang.
Pilot Luke Delaney USA / NASA Penerbangan pertama; mantan Mayor Marinir AS dan Naval Test Pilot.
Mission Specialist Joshua Kutryk Kanada / CSA Penerbangan pertama; astronaut Kanada pertama di Commercial Crew Program.
Mission Specialist Sergey Teteryatnikov Rusia / Roscosmos Penerbangan pertama; bagian dari kesepakatan barter NASA-Roscosmos.

Jessica Watkins, yang pernah menghabiskan 170 hari di ISS pada misi Crew-4 tahun 2022, kini menjabat sebagai komandan. Luke Delaney, pilot kelahiran Florida, memulai penerbangan pertamanya ke luar angkasa setelah karir sebagai Mayor Marinir AS dan pilot uji angkatan laut. Joshua Kutryk menjadi astronaut Kanada pertama yang terbang dengan Commercial Crew Program NASA, sementara Sergey Teteryatnikov dari Roscosmos terbang melalui kesepakatan barter antara NASA dan Roscosmos.

Signifikansi Misi di Tengah Tantangan

Peluncuran Crew-13 memiliki makna penting, terutama setelah enam bulan tidak ada astronaut AS yang meluncur dari tanah Amerika. Misi ini sebelumnya sempat tertunda dari jadwal awal 12 September 2026 karena ditemukannya kebocoran oxidizer pada sistem propulsi Crew Dragon Grace. Teknisi SpaceX berhasil mengganti katup yang rusak dan memperbaiki sistem tersebut, memastikan kelancaran peluncuran pada 1 Oktober.

Saat ini, SpaceX menjadi satu-satunya perusahaan di Amerika Serikat yang mampu mengantarkan astronaut NASA ke ISS. Situasi ini muncul setelah program Boeing Starliner di-grounded karena masalah teknis yang berkelanjutan. Ketergantungan ini diperkirakan akan berlanjut hingga ISS dipensiunkan sekitar tahun 2030, menjadikan SpaceX sebagai penyedia transportasi utama bagi astronaut AS ke orbit rendah Bumi.

Jared Isaacman, Administrator NASA, menyampaikan selamat atas keberhasilan misi ini. Dalam blog resminya, NASA menyatakan bahwa Crew-13 menunjukkan bagaimana Commercial Crew Program telah berevolusi dari upaya pengembangan menjadi sistem transportasi berulang yang mendukung operasi penerbangan luar angkasa berawak AS yang berkelanjutan di orbit rendah Bumi.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda