Jumat, 2 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

The Fed Diprediksi Pause Oktober! Inflasi PCE Melandai, Peluang Naik Bunga Anjlok 71% ke 34%

The Fed Diprediksi Pause Oktober
The Fed Diprediksi Pause Oktober! Inflasi PCE Melandai, Peluang Naik Bunga Anjlok 71% ke 34%. Credit: Dok. JournalArta

WASHINGTON, JOURNALARTA.COM — Federal Reserve (The Fed) diprediksi kuat akan menahan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 27-28 Oktober 2026. Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Agustus 2026 yang melandai di bawah ekspektasi, serta pernyataan sejumlah pejabat The Fed, menjadi pemicu utama merosotnya ekspektasi kenaikan suku bunga.

Peluang kenaikan suku bunga pada Oktober kini hanya berkisar 34-38%, anjlok drastis dari 71% seminggu sebelumnya. Namun, pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember 2026.

Inflasi PCE Melandai, Ekspektasi Naik Bunga Menciut

Data terbaru dari Bureau of Economic Analysis (BEA) pada 30 September menunjukkan, indeks PCE tahunan Agustus 2026 berada di 3,4%, tidak berubah dari revisi Juli. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi ekonom yang sebesar 3,7%.

Angka lebih melegakan datang dari Core PCE, ukuran inflasi favorit The Fed yang tidak termasuk harga makanan dan energi. Secara bulanan (MoM), Core PCE hanya naik 0,2%, di bawah perkiraan 0,37%. Meskipun Core PCE tahunan masih 2,7%, tetap di atas target 2% The Fed, tren penurunannya memberikan sedikit kelegaan bagi pasar.

Sal Guatieri, ekonom dari BMO, menyoroti penurunan persentase komponen PCE yang naik di atas 3%, dari 54% menjadi 51%. Meski demikian, ia menekankan bahwa angka tersebut masih jauh di atas tingkat normal, mengindikasikan bahwa The Fed masih memerlukan pengetatan lebih lanjut.

Sinyal ‘No Urgency’ dari Pejabat The Fed

Presiden Federal Reserve New York John Williams, yang juga Wakil Ketua FOMC dan pemegang suara permanen, memberikan sinyal kunci. Dalam pidatonya di Buffalo pada 30 September, Williams menyatakan bahwa “dengan tindakan kebijakan yang kami ambil pada pertemuan September, tidak ada kebutuhan mendesak, dan kami punya waktu untuk mengumpulkan informasi lebih banyak.” Namun, ia juga menambahkan bahwa inflasi 3,7% masih terlalu tinggi dan “satu kali kenaikan lagi mungkin tepat akhir tahun ini,” mengisyaratkan jeda di Oktober dan kenaikan pada Desember.

Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson, berbicara pada 1 Oktober di University of Virginia, juga mengindikasikan kehati-hatian. Ia menyatakan bahwa penyesuaian di masa depan harus ditentukan melalui pemeriksaan tren yang cermat, dan bahwa penilaian kolektif memerlukan lebih banyak waktu. Sinyal dari dua pejabat berpengaruh ini memperkuat pandangan pasar tentang jeda suku bunga.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Michael Barr menunjukkan pandangan yang lebih hawkish. Ia mencatat bahwa hanya 2 dari 20 bulan terakhir Core PCE yang sesuai target 2%. Barr belum melihat tren jelas menuju target 2% secara tepat waktu, sehingga penyesuaian kebijakan lebih lanjut kemungkinan dibutuhkan. Barr juga mewaspadai pengeluaran AI dan energi yang berpotensi menahan inflasi.

Peluang Kenaikan Suku Bunga Anjlok

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair