Sabtu, 3 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Nvidia Terbaru 3 Oktober 2026: DGX Spark $4999, Saham ATH $237 & Amazon Jual Chip $8 Miliar

Nvidia
Nvidia Terbaru 3 Oktober 2026: DGX Spark $4999, Saham ATH $237 & Amazon Jual Chip $8 Miliar. Credit: Dok. JournalArta

Nvidia juga mengumumkan peluncuran DGX Spark 64GB, sebuah superkomputer personal yang dirancang untuk menjalankan model AI hingga 100 miliar parameter secara lokal, tanpa perlu *cloud*. Perangkat ini akan tersedia mulai 23 Oktober 2026 secara global dengan harga mulai $4.999 (sekitar Rp78 juta, asumsi kurs Rp15.600/USD). Produk ini menargetkan pengembang, peneliti, dan *startup* yang membutuhkan kekuatan komputasi AI tinggi di perangkat mereka. Beberapa mitra yang akan menjual DGX Spark antara lain Acer, Asus, Dell, Gigabyte, HP, dan MSI.

Drama Amazon: Jual $8 Miliar Chip Nvidia, Lalu Sewa Balik

Laporan dari Financial Times dan Reuters pada 2-3 Oktober 2026 mengungkapkan bahwa Amazon (AMZN) sedang bernegosiasi untuk menjual chip Nvidia Grace Blackwell senilai sekitar $8 miliar kepada investor eksternal melalui *Special-Purpose Vehicle* (SPV), kemudian menyewanya kembali (*leaseback*). Ribuan chip Blackwell ini, yang sudah dibeli dan terpasang di lima negara bagian AS, akan masuk ke SPV yang didanai investor melalui penerbitan utang. Amazon tidak akan memiliki ekuitas dalam SPV tersebut, dan bahkan menawarkan hingga 10% ekuitas kepada investor luar. Dengan skema ini, Amazon tetap dapat menggunakan chip tersebut tanpa harus mencatatnya di neraca keuangan, sehingga beban depresiasi tidak membebani dan memungkinkan model bisnis *asset-light*. Saham Amazon dan Nvidia sama-sama naik sekitar 2% hari ini menyusul kabar ini. Langkah ini menyoroti biaya infrastruktur AI yang sangat mahal, dengan sembilan perusahaan teknologi besar AS memiliki komitmen *off-balance sheet* senilai $3 triliun per Agustus, menurut Wall Street Journal. Skema ini menunjukkan bahwa *hardware* AI mulai dianggap sebagai kelas aset baru, di mana chip dapat berfungsi sebagai kolateral.

Nvidia dan Michael Burry Berdebat Soal Depresiasi Chip

Kritikus pasar, Michael Burry, yang dikenal dari “The Big Short,” kembali melontarkan kritik terhadap praktik perusahaan teknologi besar. Burry menuduh mereka melebih-lebihkan jadwal depresiasi chip Nvidia, yang mengakibatkan estimasi biaya tahunan yang terlalu rendah. Menanggapi kritik ini, Nvidia melalui blog *Senior Product Marketing* Shruti Koparkar pada Kamis, 2 Oktober, menyatakan bahwa “setiap operator besar telah memperpanjang jadwal depresiasi.” Meta dan Google, misalnya, kini mengasumsikan jadwal depresiasi 6 tahun untuk *server* AI, naik dari 4 tahun sebelumnya, bukan 3 tahun seperti yang diasumsikan Burry. Menurut Barrons, nilai sewa chip Nvidia yang berusia 6 tahun justru meningkat, mengindikasikan bahwa depresiasi yang diperhitungkan mungkin terlalu berlebihan. Isu ini menjadi krusial mengingat Nvidia sedang mengatur pembiayaan $500 miliar dengan Wall Street, yang membutuhkan bukti bahwa chip mereka mempertahankan nilai sebagai jaminan pinjaman. Namun, Burry membalas bahwa kenaikan nilai sewa lebih disebabkan oleh kelangkaan komputasi, bukan karena ketahanan nilai chip itu sendiri, dan ia memprediksi nilai tersebut akan anjlok jika chip baru yang lebih efisien hadir di pasaran.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis