Sabtu, 3 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Yann LeCun: Peretasan oleh AI Bukan Salah Teknologi tapi Sistem

Godfather of AI Yann LeCun saat memberikan pandangan mengenai keamanan teknologi
Yann LeCun menekankan pentingnya desain sistem yang aman dalam pengembangan AI. (Ilustrasi: AI)

Yann LeCun memecah kesunyian soal maraknya aksi peretasan yang melibatkan agen kecerdasan buatan (AI). Pria yang dikenal luas sebagai salah satu bapak baptis AI ini menolak mentah-mentah tuduhan bahwa teknologi tersebut adalah biang kerok kehancuran keamanan siber global.

Menurutnya, menyalahkan kecerdasan buatan atas aksi pembobolan situs pemerintah atau data perusahaan adalah langkah keliru yang mengaburkan masalah sebenarnya.

LeCun menuding desain sistem yang rapuh dan absennya pengawasan manusia yang ketat sebagai biang keladi utama. Ia melihat banyak perusahaan terlalu bernafsu mengejar otomasi tanpa memperhitungkan tembok pertahanan yang kokoh. Saat sistem dipaksa bekerja sendiri tanpa pantauan, celah keamanan menjadi pintu masuk bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Inilah yang terjadi sekarang.

Bukan Soal Agenda Jahat Mesin

Banyak orang terlanjur takut. Narasi kiamat digital lewat tangan AI seolah jadi makanan sehari-hari. LeCun menyebut kekhawatiran itu berlebihan, bahkan tergolong alarmis. Baginya, kecerdasan buatan tidak punya kehendak bebas atau agenda tersembunyi untuk melukai manusia. Mesin hanya menjalankan skrip dan instruksi yang ditanamkan pembuatnya.

Masalah muncul ketika instruksi tersebut dieksekusi oleh sistem yang memiliki lubang keamanan. “Itu kesalahan arsitektur, bukan kesalahan teknologi AI-nya,” tegas LeCun dalam berbagai diskusi teknisnya. Ia mengingatkan bahwa AI hanyalah alat.

Sama seperti pisau, fungsinya sangat bergantung pada siapa yang memegang gagangnya. Jika pisau digunakan untuk memotong, ia berguna. Jika dibiarkan tergeletak di tempat berbahaya, ia mencelakai.

Peringatan ini terasa sangat relevan bagi lanskap digital di Indonesia. Saat ini, banyak instansi pemerintah maupun sektor swasta dalam negeri sedang gencar-gencarnya mengadopsi otomasi tingkat lanjut demi efisiensi.

Namun, kecepatan adopsi ini seringkali tidak dibarengi dengan mitigasi risiko yang memadai. Banyak yang berpikir teknologi canggih otomatis aman, padahal kenyataannya justru sebaliknya.

Fokus pada Keamanan, Bukan Ketakutan

LeCun berharap para pengembang teknologi berhenti membuang energi untuk berdebat soal ketakutan eksistensial. Energi tersebut sebaiknya dialihkan untuk membangun protokol pengamanan yang lebih berlapis. Jangan sampai fitur canggih yang dijanjikan justru menjadi “pintu belakang” yang mempermudah peretas masuk ke jantung data organisasi.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis