Menurut laporan BMKG, kerusakan dengan kategori sedang juga terdeteksi di wilayah Pero Konda (Perokonda). Di area tersebut, fasilitas yang dilaporkan terdampak meliputi satu unit Sekolah Dasar (SD) Islam dan dua unit rumah tinggal milik warga setempat.
Guncangan lindu kali ini dirasakan oleh masyarakat pada skala IV hingga VI Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala VI MMI, getaran umumnya dirasakan oleh seluruh penduduk hingga membuat orang berlarian keluar karena terkejut, serta menyebabkan plester dinding bangunan rontok.
Pusat gempa atau episenter sendiri berada di laut pada kedalaman 30 kilometer. Mengenai koordinat lokasi, terdapat sedikit perbedaan data teknis.
| Sumber Data | Titik Koordinat | Jarak dari Kodi |
|---|---|---|
| Laporan Lapangan BPBD / BMKG Awal | 9,84″ LS – 118,90″ BT | 29 km Barat Daya Kodi |
| Update BMKG Pusat | 9,70″ LS – 118,92″ BT | 14 km Barat Daya Kodi |
Meskipun kekuatan gempa cukup besar dan berpusat di laut, BMKG menegaskan bahwa aktivitas seismik tektonik ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Masyarakat Sumba Barat Daya pun diminta untuk tidak panik namun tetap waspada.
Upaya Penanganan Darurat
Dampak langsung dari gempa ini sangat dirasakan oleh warga lokal yang kini harus menghadapi kerusakan tempat tinggal mereka serta gangguan pada fasilitas publik seperti tempat ibadah dan sekolah. Banyak warga yang sementara waktu memilih berada di luar ruangan karena khawatir akan potensi reruntuhan akibat struktur bangunan yang mulai retak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat Daya, Stefanus Malo, menjelaskan bahwa timnya sudah dikerahkan ke lapangan untuk memvalidasi seluruh dampak kerusakan bangunan warga maupun fasilitas sosial.
“Posisi kami cukup jauh dari lokus utama episentrum, jadi kami saat ini sedang berusaha keras meng-update dan mengumpulkan data riil dari seluruh titik,” kata Stefanus.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak untuk menghindari bangunan yang sudah mengalami keretakan sekecil apa pun.
“Kami mengimbau warga untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta sementara waktu menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi yang telah terjadi,” ujar Ardhasena dalam keterangannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.