Petugas Gulkarmat Jaktim menyatakan, "Korban luka bakar satu orang A (4) dan meninggal dunia satu orang A (4)."
Selain rumah tempat tinggal keluarga kembar itu, tiga rumah lainnya juga ikut terbakar dan terdampak. Tembok-tembok menghitam, atap berlubang, dan barang-barang milik warga berserakan dalam kondisi hangus. Bau hangus masih tercium kuat dari rumah-rumah yang terdampak. Polisi telah memasang garis polisi di area kejadian.
Dugaan Penyebab: Korsleting Listrik
Petugas damkar menduga kebakaran berasal dari peralatan elektronik di rumah. Marzuki menyampaikan dugaan awal yang berasal dari cerita kakak korban: api pertama kali muncul dari colokan stop kontak untuk kulkas.
“Dia melihat ada api di colokan itu, colokan kulkas itu ya. Tapi wallahuaalam ya,” kata Marzuki, mengindikasikan potensi korsleting listrik sebagai penyebab. Petugas resmi menyebut “peralatan elektronik” sebagai sumber kebakaran diduga tanpa rincian lebih lanjut.
Orang Tua Kerja, Kakak Menjaga
Saat peristiwa terjadi, orang tua balita kembar sedang bekerja. Biasanya, kedua balita itu dititipkan ke rumah saudaranya. Namun karena kakak mereka sedang libur sekolah pada saat itu, orang tua mereka memutuskan untuk menitipkan keduanya pada kakak mereka sendiri, bukan ke saudara.
“(Orang tua korban) kerja dua-duanya. Karena kakaknya itu libur, jadi kakaknya yang rawat. Kalau kakaknya masuk (sekolah), anak itu dititipin,” tutur Marzuki.
Ayah korban langsung pulang dari tempat kerja setelah mendengar kabar rumahnya terbakar. Dia sempat ingin menerobos masuk untuk menolong anak-anaknya. Namun warga melarangnya karena kondisi berbahaya dan keamanan dirinya sendiri tidak terjamin.
“Bapaknya mau itu (ke dalam), kita larang. Karena bahaya juga buat keselamatan ya,” kata Marzuki. Warga berusaha menenangkan ayah itu sambil menunggu perkembangan situasi hingga akhirnya dia mengetahui bahwa salah satu anaknya menjadi korban tewas dalam peristiwa itu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.