Minggu, 4 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Pilu Balita Kembar Terpisahkan Maut saat Kebakaran Kontrakan Petakan

Rumah kontrakan di Jalan Pelajar Cakung yang terbakar dengan tembok menghitam dan barang-barang hangus
Sisa-sisa rumah kontrakan di Jalan Pelajar, Cakung, Jakarta Timur yang terbakar pada Jumat (2/10/2026). Tembok bagian dalam menghitam dan barang-barang milik keluarga tak tersisa. (. (Ilustrasi: AI)

Petugas Gulkarmat Jaktim menyatakan, "Korban luka bakar satu orang A (4) dan meninggal dunia satu orang A (4)."

Selain rumah tempat tinggal keluarga kembar itu, tiga rumah lainnya juga ikut terbakar dan terdampak. Tembok-tembok menghitam, atap berlubang, dan barang-barang milik warga berserakan dalam kondisi hangus. Bau hangus masih tercium kuat dari rumah-rumah yang terdampak. Polisi telah memasang garis polisi di area kejadian.

Dugaan Penyebab: Korsleting Listrik

Petugas damkar menduga kebakaran berasal dari peralatan elektronik di rumah. Marzuki menyampaikan dugaan awal yang berasal dari cerita kakak korban: api pertama kali muncul dari colokan stop kontak untuk kulkas.

“Dia melihat ada api di colokan itu, colokan kulkas itu ya. Tapi wallahuaalam ya,” kata Marzuki, mengindikasikan potensi korsleting listrik sebagai penyebab. Petugas resmi menyebut “peralatan elektronik” sebagai sumber kebakaran diduga tanpa rincian lebih lanjut.

Orang Tua Kerja, Kakak Menjaga

Saat peristiwa terjadi, orang tua balita kembar sedang bekerja. Biasanya, kedua balita itu dititipkan ke rumah saudaranya. Namun karena kakak mereka sedang libur sekolah pada saat itu, orang tua mereka memutuskan untuk menitipkan keduanya pada kakak mereka sendiri, bukan ke saudara.

“(Orang tua korban) kerja dua-duanya. Karena kakaknya itu libur, jadi kakaknya yang rawat. Kalau kakaknya masuk (sekolah), anak itu dititipin,” tutur Marzuki.

Ayah korban langsung pulang dari tempat kerja setelah mendengar kabar rumahnya terbakar. Dia sempat ingin menerobos masuk untuk menolong anak-anaknya. Namun warga melarangnya karena kondisi berbahaya dan keamanan dirinya sendiri tidak terjamin.

“Bapaknya mau itu (ke dalam), kita larang. Karena bahaya juga buat keselamatan ya,” kata Marzuki. Warga berusaha menenangkan ayah itu sambil menunggu perkembangan situasi hingga akhirnya dia mengetahui bahwa salah satu anaknya menjadi korban tewas dalam peristiwa itu.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 4 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online