SUMBA BARAT DAYA — Bencana gempa bumi tektonik berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026 pukul 06.55 Wita.
Guncangan kuat tersebut berpusat di laut pada kedalaman 10 kilometer, berjarak sekitar 14 kilometer barat daya Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan bahwa kejadian ini mengakibatkan kepanikan warga serta kerusakan fisik pada puluhan bangunan rumah dan fasilitas publik di wilayah terdampak.
Kerusakan Rumah Warga dan Rumah Ibadah
Dampak getaran gempa merusak puluhan bangunan di beberapa lokasi. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menerangkan bahwa berdasarkan pendataan sementara di lapangan, tercatat 20 unit rumah warga mengalami kerusakan di Sumba Barat Daya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 unit mengalami rusak ringan dan satu unit lainnya masuk kategori rusak sedang.
Titik kerusakan rumah warga ini tersebar di beberapa daerah, meliputi Desa Waikadada, Desa Weerena, Desa Bondo Kodi, serta Desa Homba Karipit. Selain hunian warga, guncangan lindu juga mencederai fasilitas keagamaan di daerah itu.
Tiga rumah ibadah dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat guncangan ini:
| Fasilitas Umum / Ibadah | Tingkat Kerusakan | Lokasi Wilayah |
|---|---|---|
| Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge | Rusak Ringan | Sumba Barat Daya |
| Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge | Rusak Ringan | Sumba Barat Daya |
| Gereja Katedral Waitabula | Rusak Ringan | Sumba Barat Daya |
| SDK Manu Toghi (Sekolah) | Rusak Ringan | Sumba Barat Daya |
| Balai KB Desa Wallandimu | Rusak Ringan | Sumba Barat Daya |
Dampak getaran juga merembet hingga ke Kabupaten Sumba Barat. Di sana, tiga unit rumah dinas atau asrama Koramil dilaporkan mengalami rusak ringan. Kerusakan fisik juga menimpa dua bangunan KDKMP berupa rontoknya plafon serta retakan menjalar di bagian dinding semen bangunan.
Satu Korban Luka Ringan
Berton menegaskan tidak ada laporan mengenai korban jiwa yang meninggal dunia ataupun warga yang menderita luka berat akibat peristiwa alam ini. Meski begitu, terdapat satu warga dilaporkan mengalami luka ringan.
Satu korban tersebut mengalami luka akibat terkena reruntuhan material bangunan saat guncangan terjadi. Petugas medis setempat sudah memberikan pertolongan pertama, dan korban kini menjalani rawat jalan di rumah.
Gempa bumi dangkal ini dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. BMKG mencatat lokasi koordinat pusat gempa berada pada titik 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur. Warga diimbau agar tetap waspada menghadapi kemungkinan terjadinya gempa susulan, namun diminta tidak mudah panik oleh isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.