JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU Pertamina per 5 Oktober 2026 tidak mengalami perubahan. Keputusan ini menjaga harga tetap sama seperti penyesuaian terakhir pada 2 September 2026, termasuk untuk BBM subsidi Pertalite dan Biosolar, serta jenis nonsubsidi seperti Pertamax.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa harga BBM subsidi dijamin tidak naik hingga akhir tahun 2026. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak mentah global.
Alasan Harga BBM Tetap Stabil
Meski harga minyak dunia menunjukkan tren kenaikan, Pertamina Patra Niaga memilih untuk tidak menaikkan harga BBM nonsubsidi. Pada 3 Oktober, harga Brent sempat melonjak hingga US$114,89 per barel, dan pada 2 Oktober, Brent naik 0,39% menjadi US$102,65 per barel. Dalam sebulan terakhir, kenaikan harga Brent mencapai 7,05%, dan dalam setahun melonjak 58,45%.
Keputusan menahan harga ini mempertimbangkan berbagai faktor kondisi masyarakat. Pertamina berpegang pada komitmen menjaga stabilitas pasar dan daya beli, meskipun formula penetapan harga BBM nonsubsidi mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang memperhitungkan harga minyak mentah global.
Daftar Harga BBM Pertamina per 5 Oktober 2026
Berikut adalah daftar lengkap harga BBM Pertamina yang berlaku di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur per 5 Oktober 2026. Harga ini juga menjadi acuan umum untuk wilayah Bali dan Sumatera:
| Jenis BBM | RON/CN | Harga / Liter | Status |
|---|---|---|---|
| Pertalite | RON 90 | Rp10.000 | Subsidi |
| Biosolar | CN 48 | Rp6.800 | Subsidi |
| Pertamax | RON 92 | Rp15.950 | Non-Subsidi |
| Pertamax Green 95 | RON 95 | Rp19.150 | Non-Subsidi |
| Pertamax Turbo | RON 98 | Rp19.600 | Non-Subsidi |
| Dexlite | CN 51 | Rp23.700 | Non-Subsidi |
| Pertamina Dex | CN 53 | Rp25.200 | Non-Subsidi |
Perlu dicatat, harga BBM nonsubsidi bisa bervariasi di beberapa daerah lain karena perbedaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan biaya logistik. Misalnya, di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, Pertamax dijual seharga Rp16.300 hingga Rp16.650. Sementara itu, di wilayah Free Trade Zone (FTZ) seperti Batam, harga Pertamax tercatat Rp15.150, Pertamax Turbo Rp18.550, Dexlite Rp22.500, dan Pertamina Dex Rp23.950.
Harga BBM Swasta Ikut Stabil
Kompetitor Pertamina juga terpantau mempertahankan harga BBM mereka per 5 Oktober 2026. BP-AKR, misalnya, menjual BP 92 seharga Rp16.130 dan BP Ultimate Rp19.330. Sementara itu, Vivo menetapkan Revvo 92 di angka Rp16.130 dan Revvo 95 di Rp19.330.
Untuk Shell, beberapa jenis BBM seperti Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ belum tersedia di pasaran. Namun, Shell V-Power Diesel dijual seharga Rp25.420. Stabilitas harga dari operator swasta ini turut berkontribusi pada terjaganya kondisi pasar BBM di Indonesia.
Masyarakat dapat terus memantau informasi harga BBM terbaru melalui aplikasi MyPertamina atau website resmi Pertamina Patra Niaga. Harga non-subsidi dapat berbeda antarprovinsi, namun harga BBM subsidi tetap sama secara nasional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.