KALIMATAN — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali memicu keprihatinan di tingkat internasional. Aktor Hollywood ternama yang juga aktif sebagai aktivis lingkungan, Leonardo DiCaprio, menyoroti kondisi ekstrim akibat karhutla Kalimantan dan Sumatera yang mengancam kepunahan satwa liar di sana.
Melalui akun Instagram pribadinya, bintang film Titanic ini membagikan data mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi di dua pulau besar Indonesia tersebut. Ia mengungkapkan bahwa wilayah hutan yang hangus dilalap api sudah mencapai luasan yang sangat masif.
“Lebih dari 2 juta acre (800.000 hektare) hutan telah terbakar di Pulau Kalimantan dan Sumatera,” tulis Leonardo DiCaprio pada unggahan yang dikutip pada Senin (5/10/2026).
Dampak Buruk Pembukaan Lahan dan Kerusakan Gambut
Bagi warga lokal di sekitar area konsesi dan hutan, bencana tahunan ini bukan sekadar kabut asap biasa. Asap pekat yang dihasilkan dari kebakaran gambut mengganggu aktivitas harian, melumpuhkan transportasi udara, hingga memicu infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang anak-anak.
DiCaprio menjelaskan bahwa perubahan iklim global berperan besar dalam mempercepat laju kebakaran. Suhu udara yang terus meningkat membuat vegetasi mengering sehingga menjadi sangat mudah tersulut api. Faktor alam ini diperparah oleh tindakan pembukaan lahan dengan cara membakar secara sengaja.
Kondisi menjadi sangat berbahaya ketika api merambat ke lahan gambut yang tebal. Gambut basah yang seharusnya menyimpan cadangan karbon justru berubah menjadi sumber emisi gas rumah kaca raksasa saat kering dan terbakar.
“Ketika lahan gambut kaya karbon seperti ini terbakar, lahan itu juga melepaskan karbon tersimpan dalam jumlah sangat besar, yang kian memicu krisis iklim dan keanekaragaman hayati,” tulis DiCaprio.
Penyelamatan Orangutan Kalimantan yang Terjebak
Bencana ini menjadi mimpi buruk bagi satwa endemik. Hewan-hewan kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan secara instan dalam hitungan hari.
“Orangutan Kalimantan terlihat melarikan diri dari hutan yang terbakar seiring hilangnya habitat mereka,” lanjutnya.
Beruntung, beberapa satwa masih sempat diselamatkan dari kepungan maut. DiCaprio membagikan kabar baik mengenai evakuasi satu individu orangutan di wilayah Kalimantan Tengah yang langsung mendapat penanganan medis darurat.
“Orangutan ini diselamatkan oleh BKSDA di Kalimantan Tengah dengan dukungan BOS Foundation, dan kini berada dalam perawatan dokter hewan,” tulis DiCaprio menerangkan kolaborasi penyelamatan tersebut.
Di luar orangutan, satwa arboreal lain seperti owa janggut putih Kalimantan (Bornean White-bearded Gibbon) juga menghadapi risiko serupa karena seluruh siklus hidup mereka bergantung pada tajuk-tajuk pohon tinggi yang kini habis menjadi arang. Balai Konservasi Sumber Daya Alam terus memantau titik api guna menyisir wilayah rawan konflik satwa dan manusia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.