Pengadilan menekankan bahwa prioritas mereka bukanlah memenangkan salah satu pihak, melainkan menjamin kepentingan terbaik bagi sang balita. Bagi hakim, hak seorang anak untuk merasakan kasih sayang ibunya adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar oleh ego orang dewasa.
Mereka secara terbuka mempertanyakan alasan pria tersebut menahan anaknya di luar negeri secara sepihak, sementara sang ibu merana di India.
Terdapat dua skenario yang diajukan mahkamah jika pria itu tetap menolak kembali ke India. Pertama, ia harus mengirim sang anak pulang dengan pendampingan yang memadai.
Pilihan kedua, ia wajib menyerahkan bocah tersebut kepada sang ibu jika sang wanita memilih terbang langsung ke Amerika Serikat untuk menjemput putrinya. Tidak ada opsi ketiga yang bisa diambil oleh pria tersebut untuk terus menunda.
Kini semua mata tertuju pada langkah pria tersebut dalam satu bulan ke depan. Mahkamah Agung telah menjadwalkan peninjauan ulang perkara ini untuk memantau apakah ada niat baik dari pihak ayah untuk mengakhiri persengketaan ini.
Jika tidak ada pergerakan, palu hakim sudah siap menghantam pihak-pihak yang mencoba menghalangi keadilan bagi sang ibu dan masa depan anaknya yang kini berada ribuan kilometer dari pelukannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.