SURABAYA — Banjir rob berpotensi mengancam masyarakat pesisir Jawa Timur. BMKG meminta warga dan pelaku aktivitas laut bersiap menghadapi pasang air laut, sementara peringatan gelombang tinggi juga berlaku di sejumlah perairan Indonesia.
Imbauan itu disampaikan BMKG dalam prakiraan cuaca nasional untuk Selasa. Prakirawan BMKG Bintari menyebut perlambatan dan pertemuan angin memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah, meski cuaca kering masih mendominasi secara umum.
“Masyarakat pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan juga diminta mengantisipasi potensi banjir rob akibat fenomena pasang air laut,” ujar Bintari dalam siaran pembaruan informasi cuaca di Jakarta.
BMKG: banjir rob Jatim perlu diantisipasi
Bagi warga pesisir Jawa Timur, peringatan ini berarti kondisi pasang perlu diperhatikan saat menjalankan kegiatan di kawasan pantai. BMKG tidak merinci lokasi pesisir maupun waktu terjadinya rob dalam bahan prakiraan tersebut, sehingga masyarakat diminta mengikuti pembaruan resmi untuk mengetahui perkembangan kondisi setempat.
Dampaknya dapat terasa pada rutinitas warga yang tinggal atau bekerja di kawasan pesisir serta aktivitas transportasi laut. Nelayan dan operator jasa angkutan laut juga perlu memperhitungkan kondisi perairan sebelum berangkat. Imbauan ini berjalan bersamaan dengan peringatan gelombang tinggi di wilayah lain.
BMKG memperingatkan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, serta di Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat. Peringatan tersebut menjadi perhatian bagi nelayan dan operator transportasi laut yang beraktivitas di perairan terdampak.
Awan hujan dan cuaca kota-kota di Jawa
Bintari menjelaskan, perlambatan dan pertemuan angin dapat mendorong pembentukan awan hujan. Pesisir barat Sumatera, sebagian besar Kalimantan, serta Papua bagian tengah dan pegunungan diprakirakan mengalami pembentukan awan hujan.
“Pengguna transportasi udara diimbau mewaspadai potensi awan cumulonimbus di wilayah lintasan penerbangan tersebut,” kata Bintari. Awan cumulonimbus menjadi perhatian bagi penerbangan yang melintasi wilayah dengan pertumbuhan awan hujan.
Untuk kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, BMKG memprakirakan cuaca berawan tebal di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Kupang. Hujan ringan berpotensi turun di Serang, sedangkan Mataram diprakirakan mengalami udara kabur.
Prakiraan itu memberi gambaran bahwa cuaca di kawasan Jawa tidak seragam. Warga yang beraktivitas di luar ruang tetap perlu mencermati perubahan kondisi, sementara masyarakat pesisir Jawa Timur perlu memberi perhatian khusus pada potensi pasang air laut yang dapat memicu rob.
Prakiraan di sejumlah wilayah Indonesia
Di Sumatera, Pekanbaru berpotensi mengalami hujan petir dan Banda Aceh diprakirakan hujan sedang. Hujan ringan berpeluang turun di Medan dan Padang. Bandar Lampung berpotensi mengalami asap atau kabut, sementara Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Pangkal Pinang diprakirakan berudara kabur.
Di Kalimantan dan Sulawesi, hujan ringan berpeluang turun di Pontianak, Tanjung Selor, Mamuju, dan Palu. Palangka Raya diprakirakan berpotensi mengalami asap akibat kondisi cuaca kering.
Untuk Indonesia bagian timur, hujan ringan diprakirakan melanda Nabire dan Jayawijaya. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi kering yang masih mendominasi secara umum.
BMKG meminta masyarakat memantau pembaruan cuaca berkala melalui saluran resminya. Bagi warga pesisir Jawa Timur, antisipasi terhadap banjir rob tetap menjadi perhatian utama dalam imbauan tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.