Bocornya dokumen internal FIFA telah memicu reaksi keras. TalkSport dan The Sun di Inggris menyoroti bagaimana Inggris menghadapi pemain ilegal. Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) berencana mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), menuntut ganti rugi sebesar 10 juta dolar AS. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) telah mengajukan dua laporan ke Komite Etik FIFA, menuduh Infantino menyalahgunakan kekuasaan. Laporan tersebut mengaitkan kasus Mpasi dengan isu lain seperti FIFA Peace Prize, pencabutan skorsing Folarin Balogun (penyerang AS) selama Piala Dunia, dan proyek penjualan saham Piala Dunia.
Statuta FIFA Pasal 9.2 secara jelas mengatur bahwa pemain yang pernah bermain di kompetisi resmi untuk satu asosiasi (termasuk tim junior) harus mengajukan permohonan alih asosiasi satu kali ke Komite Status Pemain FIFA. Pemain tersebut harus memiliki kewarganegaraan negara baru dan belum bermain di level senior kompetitif. Dokumen permohonan harus disetujui FIFA sebelum pemain dapat bermain. Mpasi, yang memiliki paspor DR Congo dari ibunya, tidak pernah diajukan aplikasi alih asosiasi oleh DR Congo, sehingga ia secara legal masih dianggap sebagai pemain Prancis di mata FIFA.
Skandal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kredibilitas FIFA dan akan menjadi bahan investigasi lebih lanjut. Reputasi FIFA pun terancam hancur di mata publik sepak bola global.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.