Kamis, 6 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Krisis Tata Kelola FIFA: PM Kanada Carney Hilang Kepercayaan pada Infantino

Suasana stadion sepak bola internasional sebagai simbol tata kelola FIFA
Gianni Infantino menghadapi tekanan internasional menjelang pemilihan presiden FIFA di Maroko. (Ilustrasi: AI)

TORONTO — Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, secara terbuka menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino. Pernyataan ini menjadi pukulan telak bagi kepemimpinan Infantino setelah rencananya untuk menjual saham hak komersial Piala Dunia menuai gelombang kritik global.

Carney menyoroti kegagalan tata kelola fatal yang dilakukan oleh Infantino karena tidak melibatkan penasihat senior, termasuk jajaran direksi FIFA serta kepala operasional, dalam pengambilan keputusan krusial tersebut. Menurut Carney, tindakan tidak transparan tersebut merupakan pelanggaran prosedur yang tidak dapat ditoleransi dalam organisasi olahraga sebesar FIFA.

Dampak Keputusan Sepihak Infantino

Ketegangan memuncak setelah muncul rencana untuk membentuk perusahaan senilai 20 miliar dolar untuk mengelola Piala Dunia dengan melibatkan investor swasta, termasuk keluarga Kushner. Meskipun rencana tersebut akhirnya dibatalkan, kerusakan reputasi telah terjadi.

Sejumlah petinggi FIFA pun mengekspresikan kekecewaan mereka, di mana penasihat senior Carlos Cordeiro dilaporkan mengundurkan diri pekan lalu, sementara Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyebut serangkaian peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang menyedihkan dan patut disesali.

Sebagai negara yang baru saja sukses menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026, kritik dari Kanada memiliki bobot diplomatis yang signifikan. Carney menekankan bahwa ide untuk tidak mengonsultasikan langkah besar kepada pihak-pihak terkait merupakan kegagalan fundamental yang seharusnya berakibat fatal bagi karier seorang pemimpin.

Tekanan Menjelang Pemilihan Presiden FIFA

Posisi Infantino kini semakin terpojok menjelang pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Rabat, Maroko, pada Maret mendatang. Para kandidat memiliki batas waktu hingga 18 November untuk mendaftarkan diri. Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, juga melontarkan kritik keras dengan menyebut Infantino bukan sosok yang tepat untuk memimpin sepak bola dunia.

Gerakan perlawanan juga datang dari berbagai konfederasi besar, termasuk asosiasi anggota UEFA yang sempat mengancam akan memboikot kompetisi FIFA jika rencana tersebut tetap dilanjutkan.

Meskipun Infantino masih mendapatkan dukungan dari beberapa pihak seperti Qatar, insiden ini telah memicu koordinasi lintas konfederasi untuk memastikan bahwa proposal serupa tidak akan pernah muncul kembali di masa depan.

Dinamika ini menandai fase kritis bagi FIFA dalam memperbaiki sistem tata kelolanya yang kini sedang diawasi ketat oleh komunitas internasional. Fokus publik kini beralih pada apakah Infantino mampu mempertahankan posisinya dalam kongres mendatang atau justru tekanan dari para pemimpin dunia dan konfederasi sepak bola akan memaksa perubahan kepemimpinan di tubuh otoritas sepak bola dunia tersebut.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda