Nafan menilai kombinasi ekspektasi suku bunga yang menurun dan perkembangan pasokan minyak dapat mendukung minat terhadap aset di pasar negara berkembang.
“Bagi IHSG perkembangan ini relatif konstruktif apabila ekspektasi kenaikan Fed terus menurun karena dapat mengurangi tekanan terhadap risk appetite, memperbaiki daya tarik emerging-market assets, dan berpotensi membantu aliran dana ke emerging markets,” jelasnya.
Proyeksi berbeda dan saham pilihan sekuritas
Meski Mirae Asset Sekuritas melihat peluang penguatan, MNC Sekuritas mengambil proyeksi lebih hati-hati. Perusahaan sekuritas itu memperkirakan IHSG melemah pada rentang 5.850-5.911 dan meminta investor mencermati potensi koreksi.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y), cermati area koreksi yang dapat kami perkirakan di rentang 5.850-5.911,” tulis MNC Sekuritas dalam keterangannya, Selasa (6/10).
Perbedaan rentang proyeksi menunjukkan bahwa pelaku pasar membaca risiko jangka pendek dengan cara berbeda. Bagi investor, informasi tersebut menjadi konteks untuk menilai volatilitas, bukan kepastian arah indeks. Proyeksi teknikal juga tidak menjamin hasil investasi tertentu.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham ARCI, BREN, dan SSIA untuk perdagangan Selasa (6/10). Sementara itu, saham pilihan MNC Sekuritas meliputi ADRO, INCO, MEDC, dan MINA.
Pasar juga menunggu rilis data ekonomi domestik awal bulan. Cadangan Devisa dijadwalkan pada 7 Oktober 2026, disusul Indeks Keyakinan Konsumen pada 8 Oktober 2026. Menurut bahan sumber, kedua data itu menjadi perhatian karena dapat membantu menentukan arah arus modal asing dalam jangka pendek.
Keputusan investasi sepenuhnya berada pada pertimbangan masing-masing investor. Informasi proyeksi dan rekomendasi saham ini bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.