Sebelum final, Diks menekankan pentingnya fokus dan tidak terbawa emosi. “Jangan terbawa emosi atau apa pun, karena Anda harus tetap fokus selama 100 menit, bahkan mungkin lebih. Satu momen bisa menjadi penentu dalam final,” ujarnya dalam konferensi pers di SUGBK, dikutip oleh BolaSport dan NTVNews.
Ia juga mengungkapkan bahwa Jay Idzes tetap menjadi bagian dari tim, meskipun tidak bisa bermain. “Jay benar-benar menjalani momen ini bersama kami. Dia sering telepon saya, kirim pesan, sangat sedih tidak bisa di sini. Dia tetap bagian dari kami,” imbuh Diks. Sempat terkendala jadwal padat tiga laga dalam enam hari, Diks menegaskan kesiapannya seratus persen untuk final, dan terbukti ia bermain penuh 120 menit ditambah adu penalti.
Perjalanan Timnas Menuju Puncak
Di bawah arahan pelatih John Herdman, yang menggantikan posisi Kluivert di turnamen ini, Timnas Indonesia menunjukkan performa impresif. Perjalanan mereka menuju gelar juara dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Singapura pada 25 September, diikuti hasil imbang 0-0 melawan Malaysia meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37 setelah Thom Haye diganjar kartu merah.
Kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh pada 1 Oktober memastikan Indonesia sebagai juara Grup A dengan 7 poin. Puncaknya, di final pada 5 Oktober, Garuda berhasil menumbangkan Thailand lewat drama adu penalti. Pengalaman pemain yang merumput di luar negeri menjadi fondasi kuat tim, seperti yang disampaikan Diks: “Kami akan berikan segalanya di setiap pertandingan.”
Fokus Berikutnya: Kualifikasi Piala Dunia 2026
Setelah sukses di ASEAN Cup, Timnas Indonesia akan segera mengalihkan fokus ke Kualifikasi Piala Dunia 2026 Round 4. Dua pertandingan tandang sudah menanti: Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober 2026 dan Irak pada 11 Oktober 2026, keduanya di Jeddah. Kevin Diks dipastikan tetap menjadi andalan di lini pertahanan bersama Justin Hubner dan Elkan Baggott.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.