Selasa, 6 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Norwegia Lapor Gianni Infantino ke Komite Etik FIFA, Tuduh Abuse of Power

Norwegia Lapor Gianni Infantino ke Komite Etik FIFA
Norwegia Lapor Gianni Infantino ke Komite Etik FIFA, Tuduh Abuse of Power. Credit: Dok. JournalArta

Kasus kedua melibatkan striker timnas AS, Folarin Balogun (25 tahun), yang menerima kartu merah pada fase grup Piala Dunia 2026 dan seharusnya diskors untuk satu pertandingan di babak 16 besar melawan Belgia. Namun, Trump kemudian mengklaim telah menelepon Infantino untuk meminta peninjauan kasus tersebut. Anehnya, FIFA secara tiba-tiba mencabut skorsing Balogun, memungkinkannya bermain melawan Belgia di mana AS berhasil menang.

Menurut NFF, tidak ada prosedur yang diikuti dalam pencabutan skorsing ini; Komite Disipliner FIFA tidak bersidang, dan keputusan tersebut tampak sebagai tindakan unilateral presiden. Hal ini memicu gelombang kritik dan menjadi salah satu pendorong petisi “Reboot FIFA” yang kini telah mengumpulkan 100.000 tanda tangan.

3. Proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) Senilai $20 Miliar

Pada Juli 2026, setelah suksesnya Piala Dunia 2026, Infantino mengusulkan pembentukan perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan ini bertujuan untuk mengonsolidasikan semua hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi FIFA, termasuk Piala Dunia, kemudian menjual saham minoritas kepada investor swasta dengan valuasi sekitar $20 miliar.

Investor utama yang disebut-sebut adalah Joshua Kushner dari Thrive Capital, adik dari Jared Kushner, menantu Donald Trump. Proposal ini diumumkan Infantino tanpa konsultasi FIFA Council, tanpa persetujuan 211 anggota FIFA, dan tanpa proses tender. Reaksi keras muncul, dengan UEFA mengancam boikot kompetisi FIFA, serta protes dari CONCACAF dan AFC. NFF juga segera mengadakan rapat. Dalam 72 jam, FIFA menarik proposal tersebut dan Infantino menyampaikan permintaan maaf kepada 211 anggota. Namun, Kevin Lamour, COO FIFA yang merupakan teman lama Infantino, yang mengkritik proposal tersebut kepada AP, dipecat 17 hari kemudian. Klaveness menyebut insiden ini “manajemen berdasarkan ketakutan” dan “tidak dapat diterima”.

Reaksi dan Langkah Selanjutnya

Laporan NFF telah memicu reaksi beragam di dunia sepak bola. Asosiasi Sepak Bola Argentina dan Meksiko segera mengeluarkan pernyataan mendukung Infantino, yang mengindikasikan adanya perpecahan. UEFA, meskipun proposal FFE telah ditarik, tetap menyatakan ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan Infantino. Kampanye “Reboot FIFA” terus menggalang dukungan, dengan 100.000 tanda tangan yang menunjukkan kekhawatiran publik yang meluas.

FIFA sendiri belum memberikan komentar resmi pada 6 Oktober 2026, berpegang pada kebijakan bahwa proses etik bersifat rahasia. Dengan pemilihan FIFA yang dijadwalkan pada 2027, di mana Infantino berencana maju kembali, laporan ini berpotensi mengguncang posisinya. Jika Komite Etik menemukan pelanggaran, Infantino dapat diskors 90 hari, seperti yang terjadi pada Sepp Blatter pada 2015. Apabila GACC menemukan kegagalan tata kelola, proposal FFE bisa batal permanen dan kekuasaan presiden dapat diambil alih oleh Dewan FIFA.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda