CORK — Laga di Cork menjadi ujian berbeda bagi dua tim: Inggris U-21 sudah memastikan tiket Euro 2027, sedangkan Republik Irlandia masih memburu tempat di play-off. Inggris kalah 1-3 di Turner’s Cross, dan kemenangan itu mengunci posisi kedua Grup D bagi Irlandia.
Tommy Lonergan mencetak dua gol untuk tuan rumah, sementara Tyler Dibling membuat Inggris unggul lebih dulu. Kekalahan itu menjadi satu-satunya hasil negatif Inggris sepanjang kampanye kualifikasi mereka, menurut laporan pertandingan yang menjadi sumber berita ini.
Gol cepat Inggris tak bertahan lama
Inggris membuka skor pada menit kedelapan. Tembakan Divin Mubama membentur pemain lawan dan melintas di depan gawang sebelum jatuh kepada Dibling, yang langsung mengarahkan bola ke sasaran dengan sentuhan pertamanya.
Namun, keunggulan itu tak membuat Inggris nyaman. Energi permainan mereka menurun, sementara Irlandia mulai menemukan celah di pertahanan lawan. Pada menit ke-22, kesalahan saat menguasai bola memberi tuan rumah kesempatan untuk menyamakan kedudukan.
Sydie Peck kehilangan bola setelah umpan diarahkan kepadanya. Irlandia bergerak cepat memanfaatkan situasi itu: Rory Finneran mengirim bola kepada Lonergan, yang menuntaskan peluang dengan tenang. Inggris gagal memutus serangan sebelum penyerang tersebut mendapat ruang untuk menembak.
Irlandia lalu berbalik unggul. Trent Koné-Doherty mendapat ruang di sisi kiri dan melaju tanpa cukup cepat dihentikan pemain Inggris. Umpannya berakhir di kaki Conor McManus, yang menyelesaikan peluang dari dekat tiang depan.
Kerapuhan bertahan jadi pembeda Inggris U-21
Masalah Inggris bukan semata soal peluang yang gagal berbuah gol. Mereka terlambat membaca bahaya pada dua gol Irlandia. Kesalahan penguasaan bola membuka gol penyama kedudukan, lalu ruang di sisi kiri memungkinkan Koné-Doherty merancang gol kedua.
Inggris sempat hampir menyamakan skor sebelum jeda. Mubama mendapat peluang, tetapi kiper Noah Jauny mampu menggagalkannya. Penyelamatan itu menjaga keunggulan Irlandia saat kedua tim memasuki jeda.
Selepas turun minum, Irlandia menambah gol melalui Lonergan untuk melengkapi kemenangan 3-1. Bagi tuan rumah, hasil ini berdampak langsung pada persaingan Grup D: mereka mengamankan posisi kedua dan tiket play-off, mengungguli Slovakia berdasarkan rekor pertemuan langsung.
Situasinya berbeda bagi Inggris. Tim asuhan Lee Carsley telah lolos sebagai juara Grup D, sehingga kekalahan di Cork tidak mengubah status kualifikasi mereka. Namun, hasil ini tetap memberi catatan penting: lini belakang mereka bisa dihukum saat kehilangan bola atau lambat menutup ruang, bahkan ketika peluang menyerang masih datang.
Tekanan akhir tak cukup mengubah skor
Inggris meningkatkan tekanan pada fase akhir pertandingan. Pada menit ke-72, Will Lankshear melepaskan tembakan yang membentur tiang. Tyrique George juga mendapat peluang, tetapi Jauny membuat penyelamatan gemilang untuk menjaga jarak keunggulan tuan rumah.
Rangkaian peluang itu menunjukkan Inggris mampu menekan, tetapi penyelesaian dan respons bertahan mereka tak seimbang. Irlandia lebih sigap saat merebut kesempatan, sementara Jauny tampil menentukan ketika Inggris mencoba mengejar.
Kemenangan ini memastikan Irlandia melangkah ke play-off kualifikasi Euro 2027 setelah finis kedua Grup D, sedangkan kekalahan 1-3 tercatat sebagai satu-satunya kekalahan Inggris dalam kampanye kualifikasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.