Rabu, 7 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Kemenhub Dorong Kolaborasi Ekosistem Maritim Perkuat Transportasi Laut

Kolaborasi maritim Kemenhub untuk memperkuat armada transportasi laut
Kemenhub mendorong kolaborasi pelaku industri untuk memenuhi kebutuhan armada dan memperkuat transportasi laut. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kebutuhan armada yang terus bertambah membuat kolaborasi industri maritim menjadi urusan langsung bagi layanan transportasi laut. Kementerian Perhubungan mendorong pemerintah, operator, galangan kapal, pelabuhan, lembaga pembiayaan, dan penyedia teknologi bekerja bersama untuk memperkuat armada nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan dorongan itu dalam Workshop Danantara’s Maritime Industry Dialogue di Jakarta, Selasa. Kemenhub memperkirakan Indonesia masih membutuhkan sekitar 9.613 unit kapal hingga 2029, setelah pembangunan kapal pada periode 2024 hingga September 2026 tercatat sekitar 5.492 unit.

Besarnya kebutuhan itu bukan sekadar persoalan menambah jumlah kapal. Armada mesti sesuai dengan karakteristik rute, sementara pelabuhan dan dukungan industrinya harus siap agar masyarakat memperoleh layanan yang aman, andal, dan terjangkau.

Kolaborasi maritim untuk memenuhi kebutuhan armada

Dudy menilai tantangan pembangunan sektor maritim bukan terletak pada luasnya jaringan semata. Pemerintah juga perlu memastikan setiap jaringan dilayani armada memadai dan didukung pelabuhan yang layak.

“Kolaborasi antara pemerintah, operator, industri galangan kapal, pelabuhan, lembaga pembiayaan, hingga penyedia teknologi menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan armada nasional,” ujar Dudy.

Jaringan transportasi laut Indonesia saat ini mencakup 636 pelabuhan laut dan 132 pelabuhan penyeberangan. Layanan itu ditopang 107 trayek kapal perintis, 41 trayek Tol Laut, 18 trayek kapal rede, 26 trayek PSO Pelni, serta enam trayek kapal ternak.

Kemenhub mencatat terdapat 6.178 kapal penumpang dan 52.788 kapal barang yang beroperasi. Namun, jumlah kapal yang sudah berlayar belum menghapus kebutuhan untuk memperluas dan memperbarui armada. Proyeksi kebutuhan nasional hingga 2029 mencapai sekitar 15.105 unit kapal.

Selisih antara proyeksi kebutuhan dan pembangunan kapal yang tercatat menunjukkan pekerjaan besar bagi pemerintah dan industri dalam negeri. Bagi masyarakat, kapasitas armada dan kecocokannya dengan rute berpengaruh pada ketersediaan layanan laut. Di wilayah yang bergantung pada kapal, armada yang memadai menjadi bagian penting dari akses mobilitas.

Peremajaan kapal tua ikut menentukan layanan

Penambahan kapal juga perlu berjalan beriringan dengan peremajaan armada lama. Data per 5 Oktober 2026 menunjukkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memiliki 142 kapal dengan rata-rata usia armada sekitar 30 tahun. PT Pelni memiliki 26 kapal dengan rata-rata usia sekitar 32 tahun.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 7 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online