JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan resmi ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) yang baru, Rabu 7 Oktober 2026. Penunjukan ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Iwan Setiawan, yang sebelumnya menjabat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) TNI AD, menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar. Rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi TNI AD yang diumumkan setelah taklimat Presiden Prabowo Subianto kepada sekitar 800 perwira tinggi TNI-Polri.
Jenderal Penakluk Everest Pimpin Kostrad
Penunjukan Iwan Setiawan ini menambah daftar panjang rekam jejak militernya yang cemerlang. Lulusan Akmil 1992 dari Korps Infanteri Kopassus ini dikenal sebagai salah satu perwira yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Everest 1997. Kala itu, saat masih berpangkat Letnan Satu (Lettu), ia bersama Sersan Misirin dan Pratu Asmujiono berhasil mencapai puncak tertinggi dunia, menjadi orang Asia Tenggara pertama yang mengibarkan bendera di Everest.
Kisah heroik tersebut menjadi tonggak sejarah, di mana Iwan Setiawan pernah menceritakan momen kritis di dekat puncak. “Sebelum puncak, saya jatuh, Misirin pingsan, kemudian Asmujiono pasang bendera, setelah itu kita turun,” kenangnya. Prestasi ini diganjar penghargaan langsung dari Presiden Soeharto dan dijemput oleh 20 jenderal TNI setibanya di Tanah Air.
Jenderal Maruli membantah pergantian Pangkostrad ini terkait dengan bursa Panglima TNI. “Enggak ada,” tegas Maruli. Ia menambahkan bahwa rotasi jabatan lazim terjadi setelah dua tahun bertugas, “Oh, nggak, biasa kan organisasi, sudah bertugas dua tahun. Kita biasa pergantian.” Surat keputusan mutasi ini diketahui terbit pada Selasa malam, 6 Oktober 2026, bersamaan dengan sejumlah Pangdam baru.
Rekam Jejak Letjen Iwan Setiawan
Iwan Setiawan lahir di Soreang, Bandung, Jawa Barat pada 15 Februari 1968, yang berarti usianya saat ini 58 tahun. Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Margahayu pada 1988, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Militer dan lulus pada 1992. Sepanjang kariernya, ia banyak menghabiskan waktu di satuan Kopassus, yang merupakan satuan elite TNI AD.
Sebelum menjabat Danpussenif TNI AD sejak 14 Januari 2025, Iwan Setiawan telah menduduki berbagai posisi strategis. Ia pernah menjadi Komandan Brigif 22/Ota Manasa (2012-2013), Komandan Korem 173/Praja Vira Braja Papua (2020-2021), dan Wakil Asisten Latihan Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Kerja Sama Militer (Waaslat Kasad Kermamil) (2021-2022). Puncak kariernya di Korps Baret Merah adalah saat menjabat Komandan Jenderal Kopassus (Danjen Kopassus) ke-35 dari 8 April 2022 hingga 28 April 2023.
Setelah itu, ia menjabat sebagai Panglima Kodam XII/Tanjungpura dari 28 April 2023 hingga 30 Desember 2024, sebelum menjadi Danpussenif. Selain Ekspedisi Everest, Letjen Iwan Setiawan juga pernah terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur dan Operasi Nemangkawi di Papua.
Tugas Berat Menanti
Sebagai Pangkostrad, Letjen Iwan Setiawan akan memimpin salah satu komando tempur terbesar di TNI AD, yang terdiri dari dua divisi dan pasukan cadangan strategis dengan sekitar 35.000 prajurit. Tugas utamanya meliputi menjaga kesiapan tempur pasukan Kostrad, menghadapi tantangan pengamanan Pilkada serentak, serta melanjutkan pengamanan di wilayah Papua.
Pengalaman Iwan Setiawan sebagai seorang prajurit Kopassus murni, mantan Danjen Kopassus, dan Pangdam di wilayah perbatasan, dipandang sangat relevan untuk posisi ini. Usianya yang masih 58 tahun juga memberinya masa dinas sekitar dua tahun sebelum pensiun, memberikan stabilitas kepemimpinan di Kostrad.
Jabatan Wakasad kini diisi Letjen Tri Budi Utomo, sementara posisi yang ditinggalkan Letjen Mohammad Fadjar sebagai Pangkostrad akan menjadi Staf Khusus KSAD sembari menunggu penugasan baru. Serah terima jabatan Pangkostrad secara resmi dijadwalkan akan dilakukan minggu depan di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.