Setiap asisten Muse berjalan di mesin virtual tersendiri di komputasi awan Meta. Pengguna dapat meminta salinan berkas yang disimpan Muse. Perusahaan menyatakan akses tersebut memang dirancang sebagai fitur, bukan tanda sistemnya dibobol, dan data itu tidak dibagikan ke sistem iklan Meta maupun agen Muse lain.
Namun, pengamatan dari interaksi pengguna tetap dapat digunakan Meta untuk meningkatkan produk. Instruksi Muse menyebut agen-agen di banyak mesin virtual saling belajar melalui pembelajaran bersama. Meta mengatakan nama dan informasi pengenal lain dihapus sebelum wawasan tersebut digunakan.
“Untuk meningkatkan produk secara keseluruhan, kami menghilangkan identitas; tetapi, informasi ini digunakan untuk meningkatkan produk secara keseluruhan, bukan dibagikan langsung antar-mesin virtual,” kata juru bicara Meta kepada TIME.
Perusahaan juga mengatakan pengguna menentukan seberapa banyak akses yang diberikan kepada Muse dan dapat meminta asisten melupakan hal tertentu. “Setiap orang tetap memegang kendali atas Muse mereka dan menentukan seberapa banyak akses yang diberikan, serta selalu dapat meminta Muse untuk ‘melupakan’ hal tertentu yang telah dipelajarinya,” kata juru bicara Meta.
Permintaan menghapus belum tentu menghapus pesan
Di sinilah muncul pertanyaan praktis bagi pengguna. Menurut instruksi internal yang ditinjau TIME, meminta Muse melupakan informasi tidak selalu menghapus pesan awal yang memuat informasi itu dari percakapan. Instruksi tersebut juga tampak meminta agen untuk tidak menjelaskan bahwa pesan asli mungkin masih terlihat di obrolan.
Perbedaan antara menghapus ingatan asisten dan menghapus pesan percakapan penting bagi siapa pun yang membagikan informasi pribadi atau cerita tentang orang lain. Pengguna mungkin mengira satu perintah telah menghilangkan seluruh jejak, padahal berkas ingatan dan riwayat pesan dapat menjadi hal yang berbeda.
Meta menyatakan akan menawarkan enkripsi pada akhir tahun ini, yang menurut perusahaan akan mencegah bahkan Meta mengakses data Muse. Fitur itu belum tersedia. Sampai pilihan tersebut hadir, pengguna dapat melihat berkas Muse melalui peramban berkas dan meminta asisten mengekspor salinannya.
Meta Superintelligence Labs’ David Singleton mengatakan di X bahwa perusahaan ingin pengguna dapat melihat berkas markdown yang ditulis Muse dan menelusuri bagian dalam sistem. Keterbukaan berkas memberi pengguna cara untuk memeriksa apa yang disimpan, tetapi TIME mencatat belum jelas apakah sebagian besar pengguna mengetahui akses tersebut.
Muse juga dirancang untuk terasa seperti pendamping, bukan sekadar alat. Instruksinya menyebut, “Anda bukan chatbot. Anda sedang menjadi seseorang.” Dalam mode suara, Muse diarahkan untuk tidak menyebut dirinya sebagai AI dan menghindari pernyataan bahwa ia tidak memiliki emosi atau bukan manusia.
Bagi pengguna, akses luas dan gaya percakapan yang terasa personal berjalan beriringan dengan pengumpulan konteks sosial. Langkah berikutnya yang dijanjikan Meta adalah menghadirkan enkripsi, sementara fitur itu belum dapat digunakan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.