Kamis, 8 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

McDonald’s Diseret ke Meja Hijau, Dituduh Pakai AI Buat Mainkan Harga Menu

Gugatan AI McDonald’s soal harga menu dan data waralaba
Gugatan di Illinois mempersoalkan penggunaan data dalam rekomendasi harga gerai McDonald’s. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Perbedaan harga menu di gerai McDonald’s bisa menjadi perkara hukum bagi jaringan restoran itu di Amerika Serikat. Gugatan yang diajukan di Illinois pada Jumat lalu menuduh perusahaan menggunakan AI untuk menghimpun data antarwaralaba dan mendorong harga lebih tinggi.

Gugatan tersebut diajukan atas nama konsumen oleh Michael Thomas, warga DeKalb, Illinois. Ia mengaku melihat perbedaan harga yang cukup signifikan di sejumlah gerai McDonald’s dekat tempat tinggalnya. Penggugat meminta perkara ditetapkan sebagai gugatan perwakilan kelompok, menuntut ganti rugi materiil, serta meminta hakim menghentikan perjanjian bisnis yang dianggap membatasi persaingan.

Inti sengketanya bukan sekadar soal harga satu menu. Penggugat menilai platform penetapan harga McDonald’s mengumpulkan informasi persaingan yang biasanya bersifat rahasia, termasuk data penjualan tingkat toko, dari waralaba yang dapat berkompetisi di pasar yang sama.

Gugatan AI McDonald’s soroti data antarwaralaba

Menurut gugatan yang dikutip Yahoo! Finance, platform tersebut menggunakan data dari jutaan transaksi harian untuk membantu menetapkan harga menu di ribuan restoran di AS. Penggugat menilai pertukaran informasi itu berpotensi melanggar aturan antitrust atau hukum persaingan usaha. Mereka juga mengaitkan sistem tersebut dengan kenaikan harga menu.

Dokumen gugatan menyebut, “McDonald’s telah membangun dan menerapkan platform penetapan harga berbasis pertukaran informasi miliknya sendiri. Platform ini memanfaatkan data dari jutaan transaksi harian untuk menetapkan harga menu di ribuan restoran di AS.”

Penggugat menggambarkan dampaknya sebagai penetapan harga algoritmik yang membebani konsumen. Namun, tuduhan dalam gugatan belum menjadi putusan pengadilan. McDonald’s membantah uraian tersebut dan menyatakan akan membela diri.

Perbedaan harga di gerai yang berdekatan membuat perkara ini terasa konkret bagi pelanggan. Jika pengadilan menerima gugatan sebagai perkara kelompok, tuntutan tidak lagi terbatas pada pengalaman satu konsumen. Persoalan yang akan diuji mencakup bagaimana data harga dikumpulkan dan apakah rekomendasi pusat membatasi keputusan waralaba secara tidak patut.

McDonald’s menyebut AI hanya alat bantu

McDonald’s menegaskan perangkat AI itu tidak menentukan harga secara otomatis. Menurut perusahaan, pemegang waralaba tetap memutuskan harga di restorannya masing-masing. Manajemen juga menyebut alat tersebut bersifat opsional dan membantu pemilik usaha mempertimbangkan kondisi bisnis serta pelanggan.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 8 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis