HALMAHERA TENGAH — Presiden Prabowo Subianto bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis pagi, menuju Halmahera Tengah, Maluku Utara, untuk meluncurkan 11 proyek hilirisasi. Agenda di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) itu juga mencakup ekspor perdana baterai kendaraan listrik.
Program yang dibawa ke kawasan industri tersebut bernilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun, menurut keterangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pelaksanaannya mencakup pengoperasian komersial empat proyek industri dan pembangunan tujuh proyek baru.
Nilai investasi dan jumlah proyek memberi gambaran skala agenda di Halmahera. Namun, dampaknya bagi masyarakat dan industri akan bergantung pada bagaimana proyek berjalan, termasuk aktivitas produksi serta keterkaitannya dengan kegiatan ekonomi di kawasan.
Prabowo ke Halmahera untuk 11 proyek hilirisasi
Teddy menyampaikan bahwa kunjungan Presiden berpusat di Kabupaten Halmahera Tengah. Ia menjelaskan bahwa program tersebut menggabungkan ekspor awal baterai kendaraan listrik dengan pengoperasian dan pembangunan fasilitas industri.
“Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara untuk meluncurkan program hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun berupa ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peluncuran 11 proyek program hilirisasi,” kata Teddy, sebagaimana dikutip ANTARA.
Rincian proyek terbagi dalam dua tahap. Empat proyek memasuki tahap komersialisasi, sementara tujuh proyek lainnya mulai dibangun di kawasan IWIP. Bahan yang tersedia tidak merinci jenis maupun jadwal pengerjaan setiap proyek.
Ekspor baterai jadi bagian agenda
Ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi salah satu bagian penting dalam kunjungan tersebut. Agenda ini menempatkan pengolahan industri dan pengiriman produk sebagai rangkaian yang sama, bukan hanya seremoni peluncuran proyek.
Bagi industri, ekspor perdana menandai langkah produk baterai menuju pasar luar negeri. Bagi kawasan sekitar, beroperasinya proyek-proyek baru berpotensi menambah kegiatan industri. Besar dampak terhadap masyarakat setempat belum dapat dipastikan dari informasi yang disampaikan, karena belum ada rincian mengenai produksi, tenaga kerja, atau manfaat ekonomi lokal.
Kepastian soal pelaksanaan proyek akan menjadi perhatian berikutnya. Angka investasi yang diumumkan menunjukkan besarnya nilai program, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan pembagian investasi maupun hasil yang akan diterima warga dan pelaku usaha di sekitar kawasan.
Sejumlah menteri mendampingi Presiden
Dalam penerbangan menuju Maluku Utara, Prabowo didampingi sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.
Mereka antara lain Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara; serta Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Keberangkatan dari Halim Perdanakusuma berlangsung pada Kamis pagi. Agenda utama di Halmahera Tengah mencakup 11 proyek: empat memasuki pengoperasian komersial dan tujuh mulai dibangun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.